Terbuang Sia-Sia ke Laut, Ali BD Sulap Air Suryawangi Jadi Air Kemasan

Bupati Lombok Timur, H Moh, Ali bin Dachlan beserta sang istri
Bupati Lombok Timur, H Moh, Ali bin Dachlan beserta sang istri

LOMBOK TIMUR, CR – Bupati Lombok Timur Dr. H. Moh Ali Bin Dachlan prihatin melihat  mata air Timba Lindur Kelurahan Suryawangi Kecamatan Selong menjadi air kemasan. Mata air Timba Lindur selama ini terbuang sia-sia kelaut, dan hanya dimanfaatkan untuk mandi oleh para pengujung pantai Labuhan Haji, namun itu hanya ramai pada saat hari libur saja.

Atas dasar tersebut,  Bupati Ali mendirikan PT. Energi Selaparang sebagai bukti serius Bupati mengajukan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2014 tentang PT.  Energi Selaparang.

Dilokasi mata air ini, Bupati mendirikan perushan air minum, dengan terlebih dahulu menyipakan seluruh infrastrukur, mulai dari gedung sampai pada penyedian pabrik pengolahan.

Kamis, (15/9), Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur meresmikan pabrik tersebut. Acara peresmian dihadiri seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Kepala Desa dan Lurah.

Dalam sambutannya, Bupati Ali mengatakan, bahwa pembangunan pabrik air kemasan ini dilatarbelakangi keperihatinanya terhadap mata air yang terbuang sia-sia kelaut, selain itu debit air yang berlimpah ini, merupakan potensi  Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ditargetkan dalam waktu tidak lama perusahaan ini akan bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Bupati berharap, perusahaan ini dikelola dengan profesional dengan prinsip-prinsif yang selalu berfikir untung.

“Perusahan itu harus dikelola dengan prinsip untung,” tegas Bupati Ali.

Selain itu, perusahan air minum harus ada prisip kehati-hatian, seluruh produksi harus diperiksa dan uji laboratorium sebelum dipasarkan sehingga perusahaan air minum kendati berada di daerah akan mendapat sambutan baik dari komsumen.

“Semua harus berbagi tanggung jawab,” Ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, ia berharap jajaran pengawas melakukan pengawasan yang ketat mulai dari proses produksi sampai pasca produksi.

Untuk meningkatkan target pemasaran, ia meminta kepada jajaran direksi untuk menggandeng Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang sebagi distributor tunggal, seluruh pemasaran akan diambil alih oleh perushan daerah tersebut, sehingga setiap tahun ada target permasan.

Terhadap target yang diminta bupati tersebut, diminta pula perusahan untuk meningkatkan angka produksi.

“Kalau 300 perhari itu terlalu kecil, mestinya yang benar itu 300 per-jam,” perintah bupati.

Pada kesempatan itu juga, Bupati meminta agar managemen perusahan pandai menghitung modal dan target keuntungan, kendati sampai saat ini pemerintah daerah belum pernah ada pengalaman disektor perusahaan mimum.

“Kita di Lombok belum ada pengalaman, mengubah air besih menjadi air kemasan,” jelasnya.

Ia meminta kepada masyarakat dan jajaran managemen untuk terus belajar mengelola perusahaan ini, sehingga bisa dirasakan manfaatnya untuk kemakmura masyarakat Lombok Timur.

Sebagai perusahaan pertama di Lombok Timur, yang mengelola air kemasan pasti tidak akan luput dari kritikan, menurut Bupati, sepajang kritikan tersebut kontsruktif dan tidak berbau fitnah, jajaran direksi diminta menjadikannya sebagai motivasi.

“Kita hentikan cara-cara saling menjatuhkan, dengan cara-cara memfitnah, karena ini yang membuat kita tidak manju-maju,” pintanya.

Kedepan, Bupati berjanji bila perusahaan ini bisa  Break Even Point (BEP) atau untung dari nilai investasi pemerintah, pemerintah akan menyuntikkan modal agar perushaan ini melebarkan sayap di lokasi mata air lainnya.

Menurut Bupati Ali, rata-rata perusahaan besar yang bergerak pada pabrik air minum selalu melebarkan sayap, bahkan tidak sedikit perusahaan luar negeri tersbut membeli saham perusahaan –perusahaan lolak, dan cara-cara ini harus ditiru oleh perusahaan daerah.

Dalam konteks bisnis, kata Bupati, perusahaan daerah harus banyak meniru managemen perusahaan swasta, termasuk mental karawannya.

“Kita berharap dalam waktu 5 tahun perusahaan ini bisa break even point,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PD Energi Selaparang, H. Mahsun mengatakan dirinya oftimis perusahaan yang ia pimpin akan diterima baik oleh pasar, karena sampai saat ini belum ada perusahaan daerah di Lombok Timur yang khusus mengelola air minum dalam kemasan.

Terkait dengan proses kemasan air, ia memastikan tidak satupun keluar yang luput dari proses laboraturium sehingga dari sisi standar kualitas ia tidak terlalu hawatir, karena dari sisi sumber daya, perusahan sudah ada yang berpengalaman. (cr-one/ari)