Tasyakuran Perdana Yayasan Itihadul Ummah, Ini Harapan Pendiri

 

Yayasan Itihadul Ummah menggelar tasyakuran sekaligus pengajian maulid Nabi Muhammad di lingkungan yayasan Itihadul Ummah NWDI Rungkang.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id-Tasyakuran Yayasan Itihadul Ummah NWDI Rungkang Pertama dirangkaikan dengan peringatan hari maulid Nabi Muhammad SAW. Acara berlangsung hidmat dibuka dengan pembacaan shalawat, sambutan ketua yayasan dan sambutan Kepala Desa, KANWIL kecamatan, Camat Terara sekaligus mewakili Bupati Lombok timur dan pengajian Hikmah maulid Nabi.

Tasyakuran itihadul ummah NWDI Rungkang tersebut berlangsung di Yayasan Ituhadul Ummah di Desa Jenggik Kecamatan Terara. Rabu, 27/10/21.

Hadir dalam acara tersebut pemuda NWDI Kecamatan dan provinsi bersama muslimat NWDI, pimpinan yayasan jihadul muslimin NW Lando, anggota Dewan Provinsi H. Muh. Yusri komisi IV, perwakilan Dinas Sosial, Kapolsek dan Koramil, Kepala Camat Terara, Kanwil Kecamatan Terara, Kades Jenggik, dan pengisi pengajian maulid Nabi Dr. TGH. Abdul Fatah selaku sekjen Pengurus wilayah NWDI provinsi NTB , Masyaikhul Ma’had NWDI Pancor TGH. Mustofa Alawi.

Jamaludin selaku ketua yayasan mengatakan, kegiatan tasyakuran tersebut di rangkaian dengan acara maulid sebagai wujud syukur, cinta, dan mengambil barokah di hari lahirnya Nabi Muhammad SAW sehingga harapannya melahirkan insan yang unggul dan siap menjadi orang yang bertanggungjawab nantinya.

“Acara ini kita rancang di bulan mulia kita ini untuk mengambil berkah hari lahir Nabi kita,” ujar Jamaludin yang juga merupakan sekertaris pemuda NWDI Kecamatan Terara.

Sementara itu Zainudin, pendiri yayasan Itihadul Ummah NWDI Rungkang mengatakan kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan serangkaian kegiatan dari lembaga-lembaga sebelumnya yang ia dirikan sehingga hadirlah yayasan Itihadul Ummah menaungi lembaga yang lain.

“Yayasan ini kita bangun Februari 2020, berawal dari paud al-hikmah dulu tahun 2009 yang didalamnya ada TK dan SPS, ada TPQ juga kita bangun 2011,ada Bina Keluarga Balita (BKB) dan kelompok belajar,” tutup Zainudin. (*)