LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Panen raya padi di Desa Lenek Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur menyisakan cerita lain. Ratusan undangan yang hadir dan masyakarat desa setempat yang menyaksikan acara panen raya tersebut tampak asyik seakan tengah membicarakan sesuatu. Perbincangan singkat mulai yang serius dan setengah kelakar membahas kedekatan dua pimpinan daerah yang menjadi sorotan ratusan pasang mata. Wakil Gubernur NTB H. Moh. Amin yang mewakili Gubernur NTB lebih dahulu hadir dalam acara panen raya tersebut, nampak antusias begitu Bupati Lombok Timur, H. Moh Ali Bin Dachlan datang di lokasi.
Pelukan hangat dua pimpinan daerah beda tingkatan itu terlihat begitu hangat. Sebagai tuan rumah Bupati Ali mempersilakan Wagub Amin untuk menempati pososi duduk.
“Coba lihat, Pak Bupati terlihat sumringah saat berbisik dengan pak Wagub,” celetuk salah seorang PNS yang kebetulan berdiri di samping deretan kursi undangan acara panen raya tersebut.
Setengah berbisik lawan bicara PNS Pemkab Lombok Timur yang lain menimpali dengan celetukan agak serius.
“Pak Wagub sepertinya paham betul cara menghadapi pak Bupati kita ini,” ucapnya sambil kepalanya melongos berusaha melihat ke arah duduk Bupati Lombok Timur dan Wakil Gubernur NTB yang sedang menyimak laporan kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pertanian dan Peternakan Aikmel.
Obrolan singkat PNS yang kebetulan hadir di lokasi acara panen raya tersebut bukan hal baru. Begitu juga kesan mesra dua politisi gaek ini bukan saja kali ini terlihat.
Dari pantauan Corong Rakyat dalam beberapa kesempatan ketika dalam satu acara masyarakat awam yang memahami doa sosok pemimpin ini melihat hal yang berbeda. Karakter tegas dan gaya bicara Ali Bin Dachlan yang blak-blakan dan meledak terkadang membuat lawan bicaranya segan.
Sebelumnya, hubungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemeritah Provinsi mengalami pasang surut.
Yang masih hangat bagaimana dengan lantang Bupati Ali menolak mengikuti kebijakan pemerintah provinisi terkait arah kebijakan sektor pariwisata. Bahkan, di Sembalun Ali BD menghentikan paksa proyek fisik Pemerintah Provinsi yang membangun lapak pedagang di lokasi tanah milik Pemkab Lombok Timur.
Di tengah buntunya komunikasi SKPD Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Wakil Gubernur turun tangan dan mendatangi Ali BD untuk berkomunikasi. Walhasil komunikasi berjalan lancar dengan membuahkan hasil.
Hingga saat ini, hubungan pemerintah Provinsi dan Kabupaten landai, bahkan dalam beberapa kesempatan Bupati Ali mulai menyampaikan perlunya pembangunan sektor pariwisata di Lombok Timur.
Mendekati tahun Politik 2018 ini perhatian masyarakat NTB terhadap figur-figur yang dinlai layak menjadi kepala daerah selalu mendapat porsi perhatian lebih.
Menanggapi kemesraan tersebut, Sekjen Garda Muda Nasdem, Arif Rahman Maladi mengungkapkan, bahwa kemesraan tersebut merupakan hal yang wajar dicontohkan oleh para pemimpin yang ada di daerah di mana kemesraan kedua pemimpin tersebut membuktikan seorang pemimpin yang terbuka dengan siapapun bahkan lawan politiknya sekalipun
“Melihat kemesraan pak Ali dan Amin menunjukkan beliau sangat terbuka dengan siapapun bahkan lawan politiknya sekalipun, maka sebab itu baik Ali maupun Amin mudah diterima di mana saja oleh masyarakat,” ungkap Arif Rahman Maladi ketika dimintai tanggapanya, Sabtu (27/8).
Lebih jauh diungkapkan oleh putera mantan Kadis Dikpora Lombok Timur, DR. Yanis Maladi, SH (Alm) ini, Ali dikenal dengan karakternya yang tegas dan realistis, sedangkan Amin karakternya lebih santai dan kompromis, ibarat satu menjadi gas dan satunya lagi menjadi rem yang artinya satu menjadi pendobrak dan satunya lagi menjadi penyeimbang.
“Dikarenakan sosok Ali Bin Dachlan terkenal sebagai pendobrak melalui gebrakan-gebrakan dan kebijakannya, sedangkan Muh Amin sebagai sosok penyeimbang melalui pendekatannya di masyarakat sehingga kebijakan-kebijakanya mampu dipahami oleh masyarakat,” pungkas Arif. (cr-met)

