Ingin Pisah dari Dikpora, Kabidpora Lotim Bakal Usulkan Bidpora Berdiri Sendiri

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Pendidikan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Hasanuddin
Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Pendidikan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Hasanuddin

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Pendidikan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Hasanuddin, berencana untuk mengusulkan Bidang Pemuda dan Olahraga (Bidpora) yang ada di Dinas Pendidikan Pemudan dan Olah Raga (Dikpora) dapat terpisah atau berdiri sendiri menjadi Dispora. Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Dispora pada instansi terkait pada Corong Rakyat di ruang kerjanya, Senin (15/08).

“Adapun yang menjadi alasan serta dasar kami mengusulkan agar Bidpora ini dapat terpisah dari Dikpora dan mampu berdiri sendiri menjadi Dispora, kami ingin seperti beberapa Provinsi yang begitu maju dalam pemuda dan olahraganya,” ujar Hasanuddin.

Selain itu, lanjutnya pula, kami juga ingin lebih fokus mengelola serta memberdayakan secara maksimal para pemuda dan bidang olahraganya, mengingat kondisi saat ini di Bidpora dalam segi anggaran selalu tersisihkan sementara anggaran yang ada Dispora lebih banyak ke bidang kependidikannya.

“Kalau dari sisi anggaran yang kita kelola untuk pemuda dan olahraga saat ini di Lotim masih jauh api dari panggang, dan saat ini kami hanya kaya dengan rencana na

mun tidak didukung oleh anggaran yang cukup,” lanjutnya.

Lebih jauh ia menambahkan, andai saja pemuda yang merupakan generasi bangsa ini dapat diberdayakan secara maksimal, maka mereka akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri sehingga para pemuda saat ini kedepannya tidak hanya berorientasi menjadi pegawai negeri sipil, dan dampak sosial lainnya akan mampu meminimalisir pemuda yang tersangkut kepada tindakan kriminal.

“Kalau mereka para pemuda ini sudah memiliki kesibukan (Usaha-Red), saya yakin tidak ada lagi pemuda yang akan mengurus hal-hal yang negative,” tegasnya.

Ditanya soal persiapan yang tengah dilakukan pihaknya untuk memperjuangkan rencananya itu, dengan tegas Hasanuddin mengatakan kalau pihaknya tengah melakukan pemutakhiran data jumlah serta mendeteksi setiap kebutuhan organisasi pemuda yang ada di Lotim.

“Baru setelah semuanya matang, kami akan usulankan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim untuk dibahas,” aku Hasanuddin.

Ditempat terpisah, Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Timur, H. Hasan Rahman saat dimintai tanggapannya terkait dengan rencana Kabidpora tersebut, ia menyambut baik jika rencana itu positif untuk memajukan pemuda dan bidang olahraga.

Namun demikian, H Hasan Rahman mengakui usulan dan konsep Kabidpora untuk memisahkan diri belum masuk ke DPRD.

“Sampai saat ini kami belum terima dan ketahui model konsep pemisahannyanya, akan tetapi kami DPRD tetap berharap secepatnya rencana tersebut disampaikan ke DPRD sehingga pada saat pembahasan anggaran nanti kami tidak begitu direpotkan oleh usulan-usulan dan pertanyaan yang kurang jelas,” pintanya

Pada dasarnya, tambah Hasan Rahman, beberapa waktu lalu kami di DPRD mendorong Bidpora dapat lebih baik dari tahun sebelumnya, dan kami harapkan pada saat pembahasan kedua nanti bidang terkait dapat menyerahkan konsep yang jelas saat pembahasan APBD Kua PPAS.

“Kepala Dikpora saat ini juga kami harapkan mau menyampaikan rencana tersebut kepada DPRD, karena selama ini rencana tersebut juga tidak pernah disampaikan,” tandasnya pula.

Sementara itu, terkait dengan rencana tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, H. Khairul Rizal mengatakan kalau dirinya lebih melihat komitmen pemerintah untuk dapat memperhatikan bidang olahraga, karena percuma dibentuk struktur baru tetapi tidak diberikan prioritas anggaran yang cukup.

“Sebelum membentuk struktur baru, harus ada jaminan anggaran dulu karena ketika dia terpisah nanti bidang olahraga ini menjadi Dispora, maka anggaran pegawai akan membeludak. Sekali lagi perhatian anggaran itu cukup penting, bukan hanya formalitas strukturnya saja, percuma struktur terbentuk akan tetapi jaminan anggarannya tidak ada,” pungkasnya. (cr-ari)