Hasil Sensus Penduduk tahun 2020 di Lombok Timur (Lotim) masih dalam proses pelaksanaan. Badan Pusat Statistik (BPS) Lotim targetkan hasil Sensus Penduduk akan rampung 2 (dua) bulan ke depan.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pelaksanaan Sensus Penduduk di Lotim masih belum rampung. Saat ini data dan dokumen hasil sensus di lapangan masih dilakukan oleh petugas sensus di tingkat kecamatan. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPS Lotim, Ir. Lalu Putra ketika dikonfirmasi terkait itu.
“Saat ini belum bisa kita informasikan, karena dokumen-dokumen itu masih diperiksa ditingkat kecamatan dan nanti mudah-mudahan dua minggu kedepan sudah bisa dikirimkan ke BPS kabupaten, baru kita bisa lakukan pengolahan,” terangnya, Selasa (13/10/2020).
Tahapan baru sampai di tingkat kecamatan menurut Putra, karena proses tahapan sensus ini begitu panjang dan melibatkan banyak petugas, sehingga diperlukan waktu dan kehati-hatian.
“Saat ini di kecamatan masih dalam proses tahap pemeriksaan karena ini pekerjaan besar dan banyak yang terlibat mengerjakan, misal ada yang kurang, lagi turun lapangan dan seterusnya lagi,” tuturnya.
Dirinya mengatakan, bahkan jumlah petugas yang terlibat di 21 kecamatan di Lotim mencapai ribuan orang. “Petugas Sensus jumlahnya 1008 orang, lalu untuk
Kordinator Sensus Kecamatan 97 orang,” imbuhnya.
Putra juga merincikan tahapan-tahapan pelaksanaaan sensus yang telah dilakukan oleh para petugas.
“Tahapannya dari Petugas Sensus, Kordinator Sensus Kecamatan, lalu Kordinator Statistik Kecamatan baru di BPS kabupaten. Setelah itu kami di BPS kabupaten juga lakukan pemeriksaan sampel, editing kode, baru kita pengolahan, lalu kita lakukan entry,” ungkapnya.
Terkait dengan pelaksanaan sensus online yang telah dilakukan pada bulan Maret yang lalu, menurut Putra hasilnya langsung ke BPS Pusat, namun ungkapnya kembali dilakukan validasi saat sensus lapangan dilakukan oleh petugas.
“Sensus online itu hasilnya langsung ke pusat, tapi itu juga merupakan yang dicek di lapangan, karena siapa tahu penduduk yang sudah melakukan secara online ada tambahan baru, misalkan di bulan Maret kemarin melakukan online tapi ada yang melahirkan, orang baru yang masuk dalam kartu keluarga atau meninggal, itu kan bisa saja,” jelasnya.
“Itu kemudian diverifikasi kembali secata konvensional di lapangan, kita cek itu. Tapi tetap sensus online itu mempermudah kita, karena ada datanya kan,” sambungnya.
Ditanyakan tentang kapan kiranya hasil sensus yang telah dilakukan bisa untuk diinformasikan kepada publik, Putra belum bisa memastikan, tapi Ia menegaskan proses entry akan dilakukan pihaknya antara bulan November dan Desember.
“Mudahan-mudahan dokumen dari kecamatan bisa dikirimkan ke BPS kabupaten dua minggu kedepan, dan entry, kita nanti sampai dua bulanan, November dan Desember,” tutupnya. (Cr-Pin)

