Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur Berharap Sekda baru Lombok Timur mampu untuk mengkordinir kinerja pelayanan dalam mengejar target-target pembangunan, melakukan evaluasi terhadap kinerja OPD dan jajarannya.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Sekertaris Daerah (Sekda) mempunyai peran yang sangat stategis menjadi ujung tombak pembangunan sesuai visi-misi Bupati Lombok Timur.
Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan, S.Pd mengatakan, Posisi Sekda yg sangat strategis harus mampu merubah birokrasi Lombok Timur agar bekerja by sistem dan memberdayakan semua aparaturnya dengan baik dengan harapan indeks kinerja aparatur semakin baik dalam melaksanakan RKPD .
Melihat kondisi saat ini, tentu peran sekda sangat dibutuhkan dalam membantu Bupati secara teknis di lapangan.
“Ada beberapa OPD yg masih punya catatan kinerja belum memuaskan, kadang tidak tau apa targetnya di RKPD ataupun di RPJMD dan asal bekerja saja, ini yang harus betul-betul di rapikan oleh Sekda,” Ujar Murnan.
Murnan menambahkan, di samping itu jangan juga berikan ruang kepada Aparatur Daerah memberikan laporan ABS (Asal Bapak Senang), tapi bagaimana kemudian kinerja itu terukur sesuai dengan indikator kinerja yang ada sehingga capaian yang di inginkan pada ahir tahun anggaran nanti betul-betul maksimal.
Masih kata Murnan Sekda juga harus berperan menjadi penyambung antar semua pihak, baik Bupati ataupun Wakil Bupati. jangan sampai ada miskomunikasi, selain peran-perannya masing-masing.
Ketika di tanya tentang penetapan Sekda baru, Murnan enggan memberikan komentarnya secara spesifik.
“Secara personal saya kira calon-calon ini sudah dinilai oleh tim seleksi kemarin , itu kami percaya kepada tim seleksi, siapapun yang terpilih, semoga bisa bekerja dengan baik,” Pungkas Dewan Fraksi PKS itu.
Murnan berharap, Sekda ini harus luas, jangan sampai ada tendensi terhadap apratur yang ada. harus bisa akomodir semua pihak, harus menjadi orangtua dari ASN dalam memperhatikan kinerja ataupun karir aparatur itu.
“Kami punya harapan dia kan lebih energik, sehingga dengan kemampuan nya bisa menggerakan sistem untuk pencapaian target-target pembangunan, sebagimana kesepakatan antara DPR dengan eksekutif dan kami tidak ingin mendengar lagi ada kegagalan-kegagalan eksekusi program baik secara kualitas maupun kuantitas agar bisa sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” Tutup Murnan. (Cr-09).

