oleh

Sah! 7 Pamsimas Diserah Terimakan, Sisanya Masih Berproses

banner 300500

BPPW NTB dan Dinas PUPR Lotim serah terimakan 7 Pamsimas kepada masyarakat. Dinas PUPR secepatnya akan melakukan usulan untuk pengerjaan tahun berikutnya, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur melakukan serah terima dan peresmian 7 item Program Nasional Penyediaan Air Minum (Pamsimas) yang telah rampung kepada masyarakat yang dipusatkan di Desa Sukarema, Kecamatan Lenek.

Dijelaskan 7 Pamsimas yang telah diserah terimakan itu merupakan bagian dari 16 Pamsimas yang sumber pendanaannya melalui APBN. Sedangkan sisa dari 7 item Pamsimas itu, saat ini masih dalam proses pengerjaan yang langsung dipantau secara intensif oleh fasilitator yang telah ditunjuk

“Setelah dilakukan uji lapangan dan uji fungsi. Baru kita akan resmikan. Saat ini kita tetap koordinasi dengan tenaga fasilitator terkait itu,” kata Kepala Dinas PUPR Lotim, Marhaban, Senin (16/08/2021).

Masih kata dia, biaya per item Pamsimas berkisar Rp 250-350 juta, sehingga total pembiayaan 16 Pamsimas yang bersumber dari APBN sekitar Rp 3,8 M. Selain itu kata dia, terdapat juga Pamsimas yang dialokasikan dari APBD dan telah dianggarkan sekitar Rp 1,5 M untuk realisasi program itu.

“Dari APBD, ada 6 Pamsimas yang akan dikerjakan, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 1,5 M,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPPW NTB, Indra Sjarief menyebut terdapat beberapa standar atau parameter yang dijadikan dasar bagi pihaknya dalam menentukan titik wilayah mana yang akan ditetapkan untuk mendapat program Pamsimas, di mana prinsipnya hal itu diputuskan berbasis masyarakat.

“Tentu persyaratannya pertama bagi wilayah yang terjadi kesulitan air bersih, kemudian ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” paparnya.

Dikatakan dia juga, tahun ini adalah tahun terakhir Pamsimas akan diprogramkan oleh pemerintah, dan akan diganti dengan program lain, namun tetap pada prinsipnya program baru itu sama dengan Pamsimas, karena memiliki pola pengusulan, pengerjaan dan sumber pembiayaan yang sama.

“Nanti diusulkan oleh Pemda, kemudian dibahas di rapat-rapat dan ditetapkan lokasinya di mana, dengan dasar kriteria itu, kemudian di SK-kan,” sebutnya.

Terkait dengan itu, Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Lotim, Indar Jaya Kusuma mengaku saat ini pihaknya telah melakukan penjajakan, kemudian secepatnya pihaknya akan segera melakukan usulan program itu, agar bisa langsung dikerjakan di tahun anggaran berikutnya.

“Baru ini kita mulai usulan ke Bupati, kira-kira daerah mana yang akan kita usulkan untuk tahun berikutnya berdasarkan kriteria-kriteria tadi dan tentu atas pertimbangan beliau,” jelasnya dan menyatakan dalam hal ini pihaknya akan mengedepankan skala prioritas bagi masyarakat dan wilayah tertentu yang dianggap sangat membutuhkan.

“Kita tentu ada skala prioritas, karena kalau kita dengar paparan kepala desa tadi, yang sudah dapat saja masih butuh kegiatan semacam ini. Intinya kita harus maksimalkan mana yang betul-betul mendesak,” tandasnya.

Adapun ketujuh Pamsimas yang telah diserah terimakan kepada masyarakat itu berlokasi di Desa Sukarema, Wakan, Kalijaga, Lenek, Telaga Waru, Bilok Petung, dan Leming. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT