Ribuan KTP Sudah Terkumpul, Hj. Zaenab Siap Benahi Labuhan Lombok

Hj. Zaenab
Hj. Zaenab

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Labuhan Lombok Kecamatan Peringgabaya akan digelar secara serentak dengan desa lainnya di Kabupaten Lombok Timur  bulan bulan Desember  tahun 2017 mendatang. Namun sampai saat ini photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga yang terkumpul sudah mencapai 2000 lembar . Jumlah ini sudah jauh melebihi persyaratan minimal yakni 500 lembar photo copy KTP sesuai dengan persyaratan yang atur oleh Perda untuk Desa Labuhan Lombok yang memiliki wajib pilih delapan ribu.

Begitu bersemangatnya warga menyerahkan KTP sendiri kepada Calon Kepala Desa Labuhan Lombok, Hj. Zaenab tidak diduga sebelumnya.

Menurut Hj. Zaenab Massaro, warga desa Labuhan Lombok secara mandiri membentuk  tim sukses dengan membagi diri per RT sebagai tim sukses.

Keikhlasan warga ini juga yang membuat wanita kelahiran tahun 1969 ini makin mantap mencalonkan diri pada Pilkades Labuhan Lombok nanti.

Majunya sosok wanita tangguh yang bersuamikan H. Hajir pengusaha perikanan Nasional ini tak lepas dari keluhan warga desa Labuhan Lombok yang tidak terselesaikan.

Keluhan warga ini mulai dari lambannya proses pengajuan pembuatan e-KTP, KK dan surat keterangan lainnya yang prosesnya dimulai dari desa. Selain itu dianggap tidak transparanya proses penganggaran serta realisisasi anggaran desa membuat warga terus mendesak Hj. Zaenab untuk mencalonkan diri.

“Saya pribadi bersedia maju di Pilkades 2017 nanti bukan karena melihat  kekurangan Kepala Desa yang sekarang maupun yang sudah sudah, tapi lebih kepada keinginan mengabdikan diri untuk warga Desa Labuhan Lombok,”ucapnya bijak.

Dalam usahanya menuju kursi Kepala Desa Labuhan Lombok, Hj. Zaenab memilih tidak mau membahas kekurangan incumben,namun lebih memilih memberikan gambaran apa saja yang akan dilakukan jika nanti ia dipercaya oleh masyarakat menjadi Kepala Desa.

Munculnya nama Hj. Zaenab sebagai Calon Kepala Desa di Labuhan Lombok mendapat banyak komentar, bukan saja yang mendukung namun juga menolak dengan berbagai alasan warga.

“Apalagi sih yang dicari sama Hj. Zaenab sebagai Kepala Desa,padahal eknomi keluarganya sudah lebih dari cukup,” ucap Pak Mul salah seorang tim sukses menirukan pertanyaan warga.

Selain itu mengenai waktu yang dimiliki oleh Hj. Zaenab juga banyak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

Hj Zaenab dengan arif menjawab berbagai pertanyaan warga ini,ibu dari tiga  anak ini menjawab soal kemampanan ekonomi dengan hanya tersenyum.

“Menjadi Kepala Desa adalah bentuk pengabdian, jadi soal pendapatan alhamduillah Allah sudah berikan lewat usaha yang lain,” jelas bijak.

Jawaban Hj. Zaenab ini bukan tanpa alasan, ia memiliki pabrik pembuatan es balok untuk kebetuhan nelayan yang berada diberbagai Kabupaten di NTB, usaha pengiriman ikan tuna dan lain-lain ke berbagai daerah dan Luar Negeri berjalan lancar.Bahkan sang suami adalah salah satu pengusaha hasil laut Nasional terbaik dan pernah mendapatkan penghargaan dari Wakil Presiden Indonesia Budiono.

Program yang ditawarkan oleh Hj. Zaenab juga tidak muluk, dirinya bertekad untuk menjadikan Desa Labuhan Lombok sebagai Gerbang Timur NTB yang elok dan nyaman.

Elok dengan penataan desa yang berbasis lingkungan yang enak dipandang,nyaman dengan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat yang berdikari. Mandiri ekonomi dengan melakukan pemberdayaan kepada para pedagang asongan di Pelabuhan Kayangan yang menjadi salah satu tempat masyarakat Labuhan Lombok mencari rizki.

Untuk pemberdayaan ibu rumah tangga, Hj. Zaenab sudah melakukan komunikasidengan relasinya untuk memberikan pelatihan pembuatan kerajinan yang bernilai ekonomis dari limbah yang ada disekitar lingkungan warga.

Berbincang dengan Calon Kepala Desa Labuhan Lombok ini sangat tidak membosankan,kelembutan aura keibuan membuat lawan bicaranya menjadi terbuka dan mengalir tanpa ada sekat sosial. Hal ini dibenarkan oleh salah seorang anggota Majlis Ta’lim Masjid At-Taqwa Labuhan Lombok.

“Ibu Hj. itu bagi kami teman yang baik untuk  berbagi cerita dan membantu bila ada diantara kami mengalami masalah,” ucap warga Labuhan Lombok ini tanpa mau dipublikasikan identitasnya.

Di Majlis Ta’lim, ibu ini menjabat sebagai ketua sejak 7 tahun silam, lebih banyak anggota perkumpulan ibu-ibu pengajian ini adalah lebih senior dari pengalaman dan usia dari Hj. Zaenab.

Gen kepemimpinan Hj. Zaenab memang sudah ada dalam dirinya,buyut Hj.Zaenab adalah Kepala Desa pertama di Labuhan Lombok, yakni Daeng Malabang.Jiwa kepemimpinan yang dimiliki juga sudah teruji dengan membantu suaminya memegang usaha-usaha suami yang membawahi para pegawai baik dibidang usaha hasil laut,pabrik es balok dan Stasiun Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Sikap tegas namun santun dan mengayomi yang ditunjukan kepada para karyawan membuat Hj. Zaenab di segani.Kini dengan sudah berjalan baik  managmen usaha yang dibangun membuat Hj. Zaenab lebih memiliki waktu dan berkeinginan untuk mengabdikan dirinya untuk desa kelahirannya.

Konsep keberhasilan yang ingin ditularkan kepada jajarannya kelak ketika menjadi Kepala Desa adalah budaya “malu”. Yakni malu tidak rajin,malu datang ke kantor terlambat,malu tidak maksimal melayani masyarakat.

“Kalau sudah memiliki rasa malu insya Allah akan selamat dan menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lainnya,” ujarnya pula.

Dia berharap,ketika Allah mentaqdirkannya memimpin Desa Labuhan Lombok,warga yang mendukung maupun tidak mendukung untuk sama-sama memberikan masukan terkait program-program yang dijalankan.

“Penggunaan anggaran desa akan saya buka setransparan mungkin, semua warga berhak mengetahui alokasi anggaran yang dikelola desa dan mengetahui kegunaan pembelanjan anggaran desa,”janjinya.

Menurut Hj. Zaenab,jabatan Kepala Desa adalah pengayom dan pelayan warga tentunya jam kerja bukan saat di kantor saja,namun saat di rumahpun kewajiban tersebut harus dilaksanakan.

“Saya persilahkan bagi warga yang ingin mengurus surat menyurat atau keluahan lain untuk datang,selama saya bisa tetap akan saya bantu,” ucapnya.

Mengenai kesulitan warga yang meminta tanda tangan Kepala Desa untuk kebutuhan admistarasi, Hj.Zaenab berjanji untuk memberikan kemudahan.

“Kalau sekedar tanda tangan yang sifatnya tidak menyangkut hukum seperti surat jual beli dan anggaran, di jalanpun kalau kebetulan ketemu kenapa tidak,” terangnya.

Dia berharap, akan digelarnya Pilkades Labuhan Lombok 2017 mendatang tidak akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik ditegah masyarakat dan dia meyakini kalau kalau masyarakat Labuhan Lombok sudah dewasa dalam berdemokrasi.(adv)