Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) NTB memperingati hari ulang tahun yang ke-17 yang di rangkaikan dengan kegiatan sosialisasi dengan masyarakat dan mantan Pekerja Migran Indonesia mengingat bahanya perdaganagn Orang. 25/05.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Berlokasikan di Gubuk Monte, Dusun Batu Nyala, Desa Surabaya Lepak Utara, Kab. Lombok Timur, hari selasa 25/02. acar peringatan ulang tahun SBMI berjalan lancar berahir dengan pemotongan kue.
Hadir dalam acara tersebut semua pengusur SBMI NTB, yakni Perwakilan Lombok Tengah, Lombok Barat, Klu, Lombok Timur dan ratusa masyarakat beserta mantan Serikat Buruh Migran Indonesia.
Ketua SBMI NTB, Usman dalam sambutannya menyampaikan dalam kegiatan ulang tahun sbmi yang ke 17 tahun 2020 ini bertujan untuk mengumpulkan masyarkat dan mantan burung migran indonesia sembari sebagai momont tanya jawab tentang bagaimana mekanisme menjadi TKI yang legal secara peraturan yang ada.
“Kedepanya kami ingin untuk lebih baik dalam kebersamaan, karena di seluruh indonesia maraknya perdagangan orang semakin merajalela, apalagi di Lombok Timur merupakan yang terbesar sehingga hampir setiap hari ada saja laporan masuk ke SBMI,” Pungkas Usman.
Usman menambahkan, melaui moment ulang tahun sebagai upaya memberikan pemahaman termasuk mantan buruh migran tentang bahanya perdagangan orang sehingga tidak mudah tergiur dengan calo atau sponsor-sponsor yang nakal seprti khasus yang sedang tangai SBMI saat ini di Desa Menceh, Sakra Timut tanpa pemberitahuan istrinya tiba-tiba istrinya di bawa dan di kirim ke malasyia oleh oknum sponsor yang berasal dari keruak dan masbagik.
“Sehingga akibatnya sekarang dia dilema dan menangis meminta untuk di pulangkan karena di pekerjakan 24 jam tidak di berikan istirahat. nah ni ciri-cirinya dia perjual belikan sedangkan suami dan keluarganya tidak tau,” Pungkasnya.
Usman juga menyampaikan, dengan mengumpulkan masyarkat dan buruh migran ini supaya mereka dapat menghimbau dan memberitahukan , membantu sesmua baik Pemerintah Desa, Daerah, provinsi sehingga bisa mengurangi terjadinya perdagang orang yang berkembang saat ini di Lombok Timur.

“Apapalgi di Negara tenangga Malaysia saat ini sedang melakukana razia besar-besaran untuk memulangkan TKI bukan hanya TKI asal indonesia saja,” Katanya
Buruh migran yang yang kumpul hadir pada acara tersebut juga merupakan mantan buruh migran yang sudah di berikan bantuan berkerjasa dengan kementrian sosial tahun lalu dengan memberikan modal untuk membuka usaha.
Lebih jauh Usman berharap kedepanya lebih baik dan rekan pengurus SBMI seluruh indonesia lebih mengedepankan perhatianya dan juga pemerintah Daerah kabupaten, provensi, maupun desa benar-benar melakukan pendataan sehingga tau dimana keberadaan masyarakatnya sesuai dengan undang-undang pekerja migran indonesai bahwa tanggung jawab masyarakat itu ada di Desa melalui data dan pemberdayaannya.
“kedepannya kami berharap bisa mengurangi hal-hal yang terjadi di luar Negri, apalagi saat ini dengan di bukanya lapangan pekerjaan di Arab Saudi, sudah merajalela sponsor-sponsor berdatangan untuk menawarkan masayarakat kita untuk pergi ke Arab Saudi, ini jangan sampi terualang kembali, mereka di perjaual belikan,” Tutup Ketua SBMI NTB itu.

