
Lombok Tengah,CR- Rapat Koordinasi para pemangku kepentingan, pelaku pariwisata di Lombok Tengah hari ini,Kamis (07/04/2016) diselenggarakan oleh kementerian pariwisata RI melalui Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan di salah satu hotel yang berlokasi di Praya Penujak dan diikuti oleh 150 peserta yang ada di Lombok Tengah yang berasal dari kalangan Akademisi, Pelaku Bisnis, dinas instansi terkait, masyarakat dan media berjalan lancar .
Agenda rakor ini mengacu pada surat kementerian Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Pariwisata mengenai pelaksanaan agenda tersebut merupakan rangkaian acara dalam mempromosikan pariwisata yang ada di seluruh Indonesia, termasuk destinasi pariwisata NTB, terutama di Lombok Tengah.
Destinasi pariwisata yang ada di Lombok Tengah sangat menjanjikan untuk dikembangkan, menjadi salah satu sumber PAD yang sangat besar. Banyak obyek-obyek Pariwisata di Lombok Tengah ini perlu mendunia, namun harus didasari oleh promosi yang gencar dan berlaku terus menerus.
Rakor ini juga menjadi ajang cerminan pencapaian pariwisata di Indonesia, sehingga hal-hal yang belum berjalan dalam pembangunan serta pengembangan pariwisata bisa teratasi dengan sebuah arah pemikiran pengembangan yang sesuai arahan nasional.
Kebijakan pemerintah dalam pengembangan pariwisata juga bagian yang tak luput dari pembahasan rakor tersebut, seperti kebijakan terkait pengembangan destinasi dan industri pariwisata, kebijakan pengembangan pemasaran pariwisata lokal, nusantara dan mancanegara serta peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan.
Namun sayangnya dari berbagai promosi dan terobosan yang dilakukan oleh pihak pemerintah, baik pemerintah pusat sampai daerah yakni kabupaten mandek terkait keamanan yang terjadi di Lombok Tengah.
Hal ini yang kemudian menjadi salah satu pembahasan dalam rakor tersebut, sehingga dari pihak panitia mengundang berbagai elemen masyarakat dari unsur masyarakat, pelaku, pihak keamanan, hingga dinas terkait.
Salah satu rancangan pengembangan yang terus didorong pembangunannya serta dipromosikan oleh pihak kementerian pariwisata,BPPD,serta dinas pariwisata saat ini di Lombok Tengah adalah pembangunan Mandalika resource di Desa Kuta.
“Pengembangan kawasan Mandalika Resourch merupakan destinasi prioritas nasional dan pemerintah juga akan melakukan pembangunan sekolah politeknik pariwisata di Lombok Tengah yang beberapa hari yang lalu sudah ditinjau lokasi pembangunannya yakni di Puyung,”ungkap Prof. Dr. H.M. Ahman Sya selaku Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan RI.
Di tambahkannya bahwa di Kementerian Pariwisata tidak melakukan pembangunan fisik, karna masalah fisik dilakukan oleh Kemen PU Pera dan investor itu sendiri, Namun Kementerian Pariwisata lebih ke arah promosi dan pendukungan event mengenai pengembangan target wisatawan mancanegara
“Kita memiliki strategi sendiri untuk menjalankan promosi itu sehingga pemasaran mempengaruhi pengembangan destinasi ,” jelasnya
Lebih lanjut, profesor ini menyatakan bahwa mengenai keamanan dalam pengembangan pariwisata itu sendiri tidak bisa dibebankan semata-mata kepada pemerintah daerah, namun kerja sama dengn seluruh stakeholder baik dari masyarakat , pengembang pariwisata dalam hal ini investor juga harus bersama-sama menjaga yang namanya keamanan ini, sehingga proses promosi dipusat ke mancanegara sangat mudah dipasarkan,tambahnya.
Adapun tujuan dilaksanakan rakor ini sebenarnya adalah
mengoptimalkan promosi event festival bau nyale,penyelenggaraan event/festival dalam rangka promosi pariwisata, meningkatkan publikasi baik melalui media cetak, media elektronik, maupun media luar negeri, memperbanyak penjualan paket wisata Mandalika melalui kerjasama dengan Asita dan PHRI. Memperbanyak program pengenalan (FAM TRIP), akan diadakan rapat teknis di Kementrian Pariwisata untuk tindak lanjut rencana ini,tambah salah satu staff yang menyampaikan materi pada rakor tersebut.(Tar)

