PWLT Gelar Jurnalis Award 2025 dan FGD Air di Poltekpar

Lombok Tengah – Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) kembali menggelar ajang Jurnalis Award Lombok Tengah 2025 sekaligus Focus Group Discussion (FGD) bertema air di Amphitheater Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Kamis (22/8/2025).

Acara ini dihadiri langsung Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, bersama sejumlah pejabat penting daerah. Turut hadir Direktur PDAM Lombok Tengah, Direktur Poltekpar Lombok, Direktur RSUD Praya, Direktur BPJS Selong, perwakilan Kodim dan Polres Lombok Tengah, perwakilan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), kepala desa, pegiat lingkungan, hingga duta hijab. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan dukungan luas terhadap peran pers sekaligus pentingnya isu ketersediaan air bagi masyarakat Lombok Tengah.

Apresiasi Bupati untuk Insan Pers

Dalam sambutannya, Bupati Pathul Bahri memberikan penghargaan khusus kepada wartawan yang dinilainya memiliki kontribusi besar bagi pembangunan daerah.
“Terima kasih kepada seluruh media yang punya dedikasi luar biasa. Wartawan ini punya peran penting dalam menyampaikan syiar pembangunan ke seluruh negeri. Ke depan, pemerintah daerah harus memikirkan bentuk penghargaan bagi rekan-rekan media karena mereka ikut memajukan daerah,” ujar Pathul.

Pathul juga menyinggung persoalan strategis terkait air bersih. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Lombok Tengah baru saja menerima penyerahan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika dari pemerintah pusat. Infrastruktur vital ini nantinya mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk kawasan Mandalika seluas 1.137 hektare.
“Ini pekerjaan besar dan harus dikerjakan maksimal agar Mandalika mendapatkan pasokan air baku yang baik,” tegasnya.

Momentum 10 Tahun PWLT

Jurnalis Award tahun ini merupakan edisi kedua setelah pertama kali diselenggarakan pada 2024. Gelaran 2025 menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan 10 tahun berdirinya PWLT sekaligus memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Ketua PWLT Lombok Tengah, Budiman, menjelaskan bahwa penghargaan diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
“Jurnalis Award ini untuk memacu semua pihak yang peduli terhadap lingkungan, kesehatan, pers, maupun pariwisata agar terus mendapat apresiasi. Mungkin mereka belum sepenuhnya berhasil, tapi ini bukti nyata adanya komitmen membangun Lombok Tengah,” jelas Budiman.

Air Jadi Isu Strategis

Dalam sesi FGD, isu air diangkat sebagai tema utama karena dianggap sebagai persoalan paling mendesak bagi masyarakat. Budiman menyebutkan, keluhan terkait air bersih kerap muncul di berbagai desa.
“FGD ini untuk menyatukan visi dan program ke depan. Seperti kata Direktur PDAM, 10 tahun mendatang yang akan diperebutkan bukan lagi emas, tapi air,” ujarnya.

Anugerah Bernilai Sejarah

Ke depan, PWLT berencana menjadikan Jurnalis Award sebagai penghargaan yang memiliki nilai sejarah. Nama penerima penghargaan akan ditulis di atas kertas berkualitas khusus, disimpan dalam peti besi, dan dititipkan di museum sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Kami ingin Jurnalis Award ini tak sekadar seremoni tahunan, tetapi meninggalkan jejak sejarah yang bisa dikenang hingga ribuan tahun ke depan,” ungkap Budiman.

Selain itu, PWLT juga sedang mengurus hak kekayaan intelektual (HAKI) agar Jurnalis Award memiliki legalitas yang jelas. Dengan begitu, penghargaan ini dapat terus berlanjut sebagai tradisi tahunan dan menjadi salah satu kebanggaan daerah.

Daftar Penerima Jurnalis Award 2025

Beberapa penerima penghargaan tahun ini antara lain:

Sahabat Pers Berdedikasi: H. L. Pathul Bahri, Dr. Saharjo

Mitra PWLT: Dr. Ali Muhtasom (Poltekpar), Gugung Gumilar (The Balen Sultan Hotel)

Tokoh Kesehatan: dr. Mamang Bagiansah (RSUD Praya), Dr. H. Suardi (Kadinkes)

Kepala Lembaga Daerah: AKBP Eko Yusmiarto (Kapolres)

Pegiat Lingkungan: Maya Yuliana

Pegiat Sosial: Handayani (Yayasan Bos Sayur)

Pegiat Pariwisata: H. Lalu Pathurrahman (Sempiak), Pokdarwis Bonjeruk Permai

BUMD: Bank NTB Syariah KC Praya. (*)