Terkait robohnya jembatan penghubung antara Kampung Muhajirin Dengan SekartejaPolres Lombok Timur belum menetapkan satu orangpun jadi tersangka, polisi terus mendalami kejadian tersebut dengan meminta keterangan dari berbagai sumber yang berhubungan dengan proyek tersebut.

Lombok Timur, CR- Polres Lombok Timur belum menetapkan tersangka atas kejadian robohnya jembatan penghubung antara Kampung Muhajirin Kelurahan Pancor dengan Kelurahan Sekarteja yang terjadi pada hari Selasa (14/06/2016) lalu yang menewaskan lima orang pekerja dan lima orang lainya luka berat dan ringan.
Menurut Kapolres Lombok Timur AKBP Karsiman SiK, SH, MH bahwa saat ini pihaknya fokus melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi- saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mendalami permasalahan robohnya pembangunan jembatan proyek Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lombok Timur Bidang Binamarga tersebut.
“Saat ini kita masih fokus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa pihak terkait untuk mendalami kasus tersebut,” ungkap AKBP Karsiman SiK SH MH ketika di konfirmasi Corong Rakyat pada hari Kamis (16/06/2016)
Terkait dengan adanya korban yang masih di bawah umur yang ditemukan, pihak Polres Lombok Timur masih mendalami hal tersebut, apakah anak yang di bawah umur tersebut datang ke lokasi pengecoran jembatan hanya untuk menonton atau sebagai pekerja juga.
“Kalau anak di bawah umur itu masih kita dalami juga, apakah dia kesana untuk nonton atau sebagai pekerja juga,” tambahnya(Met)

