Mulai pekan lalu hingga beberapa pekan ke depan halaman Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Pancor dipadati ribuan Guru Madrasah, mereka adalah Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) tersertifikasi yang sudah memiliki SK penyesuaian golongan (Infassing) yang sedang melakukan proses migrasi buku tabungan dari BRI ke BSM.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) pada Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Lombok Timur, H. Zainul Arqom pada Corong Rakyat di ruang kerjanya, Senin (07/10/2019) mengatakan, pemindahan buku tabungan Tunjangan Profesi Guru (TPG) GBPNS kali ini khusus untuk Guru profesional yang sudah memiliki SK infassing dan memiliki rekening penerimaan tunjangan di BRI.
“Selama ini banyak yang gagal faham dan salah informasi, bahwa sebelumnya melalui pesan berantai (WA Group) kami menginformasikan pemindahan bank penyalur tunjangan profesi ini khusu untuk guru sertifikasi infassing yang rekening pnerimaannya di BRI,” jelas Arqam.
Namun, lanjutnya pula, karena informasi yang diterimanya keliru, hampir semua guru sertifikasi baik yang sudah infassing mauoun yang belum dan memiliki rekening penerimaan tunjangan di bank lain juga ikut melakukan proses pemindahan buku tabungan, dan itu keliru.
Lebihjauh lelaki berperawakan atletis menjelaskan, adapun buku tabungan baru yang sebelumnya di BRI dan dipindahkan ke BSM, baru akan diberlakukan tahun depan, yakni awal tahun 2020.
“Jadi untuk pembayaran tunjangan profesi bulan ini hingga Desember 2019 masih menggunakan rekening lama, yakni rekening BRI,” jelasnya.
Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Kantor Kemenag kabupaten Lombok Timur, H. Azharuddin menjelaskan, pemindahan buku tabungan atau rekening bank penyalur TPG infassing inidilakukan semata-mata untuk pemerataan bank sebagai penyalur dan juga meminimalisir antrian di bank.
“Belakangan ini beredar rumor dan spekulasi bahwa pemindahan bank penyalur ini semata-mata karena orientasi fee. Itu semua tidak benar,” ujar Azharuddin
Lebih jauh Azharuddin menandaskan, baha pemindahan buku tabungan atau rekening bank penyalur itu tidak saja untuk tunjangan profesi, namun untuk penyalur Dana Operasional Sekolh (BOS) Madrasah Aliyah (MA) yang selama ini hanya di Bank Mandiri, kedepannya sebagian akan dipindahkan ke Bank lain.
“Untuk tahun 2020 mendatang, bank penyalur BOS MA yang selama ini bertumpuk di Bank Mandiri sebagiannya akan dipindahkan ke Bank lain,” beber Kepala Kantor Kemenag Lotim.
Dan itu, tambahnya pula, semata-mata dilakukan untuk mempercepat proses pelayanan, sebab jika bertumpuk hanya di satu Bank, maka proses pencairan untuk semua Madrasah yang tadinya dilakukan cukup lama bisa diproses lebih cepat.
“Dana BOS ini kan harus dibelanjakan tepat waktu, sementara proses pencairannya tidak tepat waktu karena proses antrian di Bank kan kasian Madrasahnya,” pungkas H. Azharuddin. (cr-01)

