
Pengurus Wilayah (PW) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) NTB periode 2019-2022 resmi di lantik. Pelantikan ditandai dengan penyampaian kata-kata pelantikan yang disampaikan langsung oleh Sekretaris DPP AMSI, Dewi Eko Lokonoto di Ball Room Pave Hotel jalan langko Mataram NTB, Senin (23/09/2019).
MATARAM, Corongrakyat.co.id – Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkopimda NTB, Kabag Humas masing masing Kabupaten/Kota, Kadis Kominfo NTB I Putu Gede Aryadi, Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, anggota DPRD NTB Akhmad Ahdiansyah, perwakilan Polda NTB, Kodim 1606/Lobar diwakili Pasi Intel, Korem 162/WB diwakili Kasi Intel, 33 media online se NTB yang tercatat sebagai anggota AMSI serta sejumlah mitra AMSI NTB.
Dalam sambtannya, Sekretaris DPP AMSI, Dewi Eko Lokonoto menyampaikan bahwa AMSI adalah organisasi atau perhimpunan perusahaan media online, dan hingga saat ini tercatat tidak kurang dari 300 media online yang tersebar diseluruh penjuru nusantara ini terdaftar sebagai anggota AMSI.
“AMSI hadir dinegeri ini sebagai wadah pemberdayaan para pengusaha media. Dan harapan kami seiring perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan informasi, AMSI dapat mengambil peranan terdepan,” tegas lelaki yang memiliki sapaan Lucky itu.
Sementara itu, Ketua DPW AMSI NTB, Fauzan Zakaria mengatakan hadirnya AMSI di NTB sebagai mitra pemerintah untuk menciptakan situasi yang kondusif melalui pemberitaan dan informasi yang terverifikasi.
Selain itu AMSI juga mencoba meminimalisir penyebaran berita hoaks. Sebab, maraknya berita yang tidak terverifikasi atau hoaks membuat masyarakat menjadi resah.
“AMSI menjadi salah satu sebagai penyeimbang untuk menangkal penyebaran informasi hoaks, seperti kita tahu bersama intensitas penyebaran hoaks di media sosial sangat tinggi, AMSI mencoba untuk menjadi penyeimbang,”
Fauzan juga berharap masyarakat lebih cerdas dalam mencerna informasi yang beredar. Perlu di lakukan cek dan ricek terhadap berita yang tersebar.
“Lebih cerdas dalam mengelola informasi yang di sebar, tidak serta merta di telan begitu saja, tabayun terhadap informasi sangat di perlukan sehingga kita tidak termakan isu yang menyesatkan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo NTB, Putu Gede Aryadi menghimbau kepada para pengusaha media dan jurnalis agar kembali kepada jati diri jurnalis media dan berpegang pada kode etik yang telan ditentukan.
Informasi hoaks sangat menyesatkan dan merugikan banyak pihak, sebab itu mari kita sama-sama perangi hoaks.
“Sekitar 10 Hingga 15 Conten hoaks terpantau setiap hari, ini perlu diantisipasi,” pungkas Putu Gede Aryadi.(cr-max)









