Pemkab Lotim Siapkan 3 Jurus Tangani Covid-19

Sekretaris Daerah sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.A.P menggelar jumpa pers dengan awak media, Rabu (22/04/2020).

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id.- Dalam pertemuan dengan awak media Sekda Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Jaini Taofik, M.AP menerangkan terdapat tiga fokus dan langkah utama yang akan dilakukan dalam percepatan penangan Covid-19, yakni antaranya mitigasi, Jaringan Pengaman Sosial (JPS) dan peningkatan kualitas serta kapasitas sarana dan prasarana kesehatan.

Langkah mitigasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Lombok Timur harus ditingkatkan agar potensi terjadinya  penyebaran dari Pandemi Covid-19 dapat diputus mata rantainya, mitigasi tersebut harus melibatkan seluruh elemen, tanpa kecuali, terutama masyarakat.

“Fokus kita dalam hal ini adalah mitigasi potensi penyebaran, dari itu hampir tidak mungkin kita bisa bebas dari Covid-19 ini apabila hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan, karena kekuatan untuk itu kita terbatas, dari itu kesadaran dari masyarakat secara mandiri untuk melakukan langkah-langkah pencegahan penularan harus digalakkan, dan mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah,” terang Taofik.

Di lain itu, Taofik juga menerangkan secara terperinci mengenai bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) yang akan dialokasikan oleh pemerintah kepada masyarakat, khususnya mengenai alokasi anggaran JPS yang akan digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

“Kita sebelumnya menganggarkan untuk menyalurkan paket bantuan kepada 50 ribu sekian KK, tetapi setelah dilakukan kalkulasi dan pertimbangan lebih lanjut dengan menimbang Permendes Nomor 6, maka ada sisa warga 70 ribu yang tidak tercover oleh BLT Desa, sehingga sisanya itu kita tanggulangi dengan menambah paket bantuan JPS sembako kabupaten menjadi 70 ribu paket bantuan khusus di bulan April,” imbuh  Taofik.

Dirinya juga menghimbau kepada pihak terkait, utamanya Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mensosialisasikan secara utuh kepada masyarakat, perihal perbedaan akumulasi nilai bantuan dari BLT Desa dan JPS sembako, Taofik mengaku banyak mendapat laporan dari beberapa Kepala Desa (Kades) tentang kecemburuan sosial masyarakat penerima manfaat, karena ketidakpahaman masyarakat.

“Melalui rekan media saya ingin tegaskan, mohon diinformasikan kepada masyarakat mengenai perbedaan itu, memang BLT Desa jumlah nilai bantuannya Rp 600 ribu yang akan diberikan selama 3 bulan, dan untuk JPS Sembako bernilai 250 ribu per sekali penyaluran, tetapi itu diberikan sampai dengan bulan Desember, sekarang pertanyaannya mana yang lebih besar, tentu JPS sembako yang lebih besar total nilainya,” pungkasnya.

Mengenai nanti apabila terjadi permasalahan, seperti adanya Kepala Keluarga (KK) yang tidak mendapatkan manfaat, Taofik memperkirakan hal itu tidak akan terlalu signifikan jumlahnya.

“Kita memang menggunakan data Dukcapil beberapa bulan yang lalu, mungkin 3 bulan yang lalu, pasti kita akan jumpai adanya KK baru, dengan kasus yang baru menikah sehingga belum terdata, tetapi kita sudah maksimal berdasarkan mekanisme yang jelas,” cetusnya.

Selanjutnya yang menjadi atensi utama dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur selain itu, adalah mengenai peningkatan kapasitas, kualitas, kesiapan tenaga medis serta  ketersediaan perlengkapan dan peralatan medis di RSUD dr. Soedjono Selong sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Taofik mengaku pihaknya telah melakukan langkah strategis mengenai hal itu.

“Dulu sebelumnya, RSUD Soedjono hanya memiliki 10 ruangan isolasi, tetapi kita lakukan intervensi sehingga menjadi 40 ruangan isolasi, kemudian dengan cepat dari ruangan yang tersedia terpakai 35 sehingga tenaga medis kita tertekan, nah Alhamdulillah saya mendapat laporan sekarang tengah dikerjakan mudah-mudahan hari Senin besok bertambah menjadi 60 ruangan, karena peralatan berupa ventilator, bad serta para medis yang berjumlah 127 orang sudah siap karena telah dilakukan pelatihan,” jelas Taofik.

Lebih jauh dirinya juga menambahkan, untuk memaksimalkan kerja para tenaga medis dan mempercepat deteksi adanya indikasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya melalui Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 telah memesan alat uji Swab yang akan ditempatkan di RSUD dr. Soedjono Selong.

“Kita sudah memesan alat uji Swab, yang akan datang mungkin awal bulan Mei ini, agar supaya kita mempercepat deteksi, nanti setelah kita punya alat uji Swab, kita hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk mengetahui apakah pasien tersebut apakah positif atau negatif, intinya dalam hal penganan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui tim gugus tugas telah berupaya maksimal,” pungkas Taofik. (Cr-Alpin)

BERITA TERKAIT