Pemdes Sukareme Menuju Desa STBM

Kepala Desa Sukareme bersama tim marketing Corong Rakyat
Kepala Desa Sukareme,H.M Tahir, SH bersama tim marketing Corong Rakyat

LOMBOK TIMUR, CR – Pemerintah desa Sukareme malakukan pemetaan wilayah desa terkait persoalan pembenahan kebersihan.Penataan kawasan huni yang terdiri empat dusun yakni Lendang Kantong, Kerta Sari,Sukerama dan Sukerama Barat. Kempat dusun yang ada diwilyah Pemerintah Desa (Pemdes)Sukareme ini akan mendapatkan pembenahan lingkungan besrih dan nyaman.

“Ini sesuai dengan motto desa kami, yakni TILAH, Tertib Indah Lestari Aman dan Harmonis,”ungkap Kepala Desa (Kades) Sukareme, H.M Tahir, SH saat ditemui Corong Rakyat di ruang kerjanya, Kamis (15/9).

Lebih jauh diterngkan, jika penataan pemukiman warga dari dusun yang ada diwilayah Sukareme menjadi hal yang penting.

Hal mendasar yang terakit sanitasi pemukiman adalah pembuangan limbah rumah tangga.Kesadaran warga sendiri menurut Tahir perlahan mulai menigkat,hal ini dibuktikan dengan secara swadaya melakukan kegiatan pembersihan kampung dengan bergotong royong.

“Sekarang tidak ada lagi genangan atau tumpukan limbah rumah tangga di sekitar rumah penduduk,”ucapnya bangga.

Pemdes Sukarama juga sudah menyiapkan lahan 5 are untuk lokasi pembuangan sampah ahir(TPA).Nantinya,demikian Tahir, penyediaan TPA ini dikatakan akan membuat desa Sukarama terbebas dari persoalan sampah.H M Tahir selaku kepala desa kini mengupayakan adanya armada sampah.

“Kesulitan kita dalam pengadaan armada Sampah ini terkenadala aturan tidak diperbolehkannya menggunakan Dana Desa dalam untuk pembelian Mobil,” keluhnya.

Namun demikian, pihak Pemdes Sukarame tidak mau kehilangan akal mengatasi persoalan ini.Kekompakan warga akan dimanfaatkan secara swadaya dalam pengadaan armada sampah ini.Sistem keterlibatan warga ini dikatakan dengan sistem iuran tiap bulan dari aktifitas pengangkutan sampah dari rumah tangga.

Pemberdayaan warga yang dikomandoi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukareme.Bumdes ini mengelola dana dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp50 juta.Dana ini dikelola secara bergulir untuk membantu usaha kecil warga.

Namun, dari jenis usaha dana bergulir ini pihak desa belum bisa memaksimalkan keuntungan yang akan masuk ke kas desa.

“Dana pinjaman untuk usaha bakulan ini lebih kepada pendampingan pergerakan ekonomi desa,untuk sumber PADes kami cari dari jenis usaha lain,”terangnya.

Untuk memperluas jenis usaha, Bumdes Desa Sukareme dengan menggunakan ADD mengembangkan usaha TV kabel.Dari jenis usaha baru Bumdes ini pemerintah desa mendapatakan keuntungan bersih perbulannya Rp 500.000 perbulannya.

“Usaha TV kabel ini sebelumnya usaha milik warga, namun karena terkendala uang, usaha TV kabel warga ini digadai kepada Bumdes,”paparnya.

Pemerintah Desa Sukareme juga memberikan layanan wi-fi geratis di kantor desa.Selain digunakan untuk kegiatan pemerintahan desa,fasiliatas hotspot geratis ini bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

“Malam banyak warga terutama pemuda untuk berkumpul membuka layanan internet gratis di sekitar kantor desa,”tarang H. M. Tahir bangga.

Bentuk layanan Pemdes dalam pemberdayaan warga adalah dengan menggandeng pemerintah daerahdalam hal ini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Perindusterian dan Perdagangan (ESDM-PP) bererapa warga diberikan pelatihan membuat mabel dan pertukangan.

“Untuk ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri diberikan pelatihan tata boga,” terangnya.

Hasil pelatihan pertukangan dan tata boga ini, memberikan peluang lapangan kerja baru di desa Sukareme.Pemdes Sukarama berharap dengan adanya keterampilan yang dimiliki oleh warga akan berdampak terbukanya lapangan kerja mandiri.

Selain itu, ketersediaan bahan pangan yang melimpah dari berbagai jenis memberikan peluang juga ibu rumah tangga bisa berkerasi membuat jajanan berbagai jenis.

Guna pengembangan hasil usaha kerajinan warga ini, Pemdes Sukareme berharap ada pihak lain terutama pemerintah daerah untuk memfasiliatsi pemasaran dan pendampingan lanjutan. (cr-mil*)