
Belakangan ini, dibeberapa wilayah di Lombok Timur (Lotim) masyarakat mulai mengeluhkan naiknya harga gas LPG bersubsidi, yang mana masyarakat biasanya membeli gas dengan bobot tabung 3 kg dibeli dengan harga Rp 16.000 kini menjadi Rp 20.000.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Berdasarkan kenyataan itu, pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Perdagangan (ESDM-PERINDAG) kabupaten Lombok Timur melakukan pengawasan terhadap harga jual gas bersubsidi tersebut.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas ESDM-PERINDAG Lotim, Farmadi AK pada Corong Rakyat di ruang kerjanya, Kamis (28/08/2014).
“Kami telah mengieluarkan himbauan kepada seluruh agen dan pangkalan yang ada di Lotim agar tidak menaikan harga gas subsidi 3 kg tersebut,” ujar Farmadi.
Menurutnya, LPG subsidi 3 kg sampai saat ini tidak ada instruksi dari mentri untuk dinaikan harganya, dan harga tebus masyarakat dipangkalan sampai dengan saat ini itu masih berkisar antara Rp. 15.000,- hingga Rp.16.000 rupiah.
Namun demikian, tegas Farmadi, jika nantinya pihak ESDM-PRINDAG menemukan agen, pangkalan atau pengecer melakukan permainan harga pada barang bersubsidi tersebut hingga tembus harga Rp.20.000, maka pihak ESDM-PRINDAG akan melakukan teguran tegas, baik itu secara Lisan, tertulis hingga pada pencabutan izin usaha.
“Hingga saat ini kami masih melakukan kross chek ke setiap agen dan pangkalan secara rutin dan mengumpulkan informasi dari masyarakat terkait harga LPG 3 Kg tersebut,” pungkasnya. (cr-mj)

