Lombok Tengah — Bank Sampah Sade resmi diluncurkan pada Jumat (12/12/25) melalui inisiatif yang digagas oleh Otsuka – Pocari Sweat sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan wisata adat Sade. Kehadiran bank sampah ini diharapkan mampu menjadikan Dusun Sade semakin bersih, sehat, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan pementasan Gendang Beleq dan dihadiri berbagai unsur pemerintah dan mitra strategis, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Kabid PK2L mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Direktur Poltekpar, Camat Pujut Jumahir S.Sos., Direktur PT. Amerta Indah Otsuka serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Pujut, Jumahir S.Sos., menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan penting yang harus diselesaikan bersama. Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi langkah awal yang kuat dalam mendorong kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
“Kita memulai hari ini dengan harapan besar agar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Kami berharap, 30 tahun ke depan justru tidak ada lagi Bank Sampah Sade, karena masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah secara mandiri,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga membawa dampak pada kesehatan masyarakat dan peluang ekonomi baru.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sungkul, juga menyampaikan apresiasinya kepada Pocari Sweat yang telah berpartisipasi dalam upaya pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik, di kawasan wisata.
“Sampah adalah isu yang menjadi tantangan dalam dunia pariwisata. Terima kasih kepada Pocari Sweat yang turut aktif menangani masalah ini,” kata Sungkul.
Ia juga menyinggung kehadiran Politeknik Pariwisata (Poltekpar) yang diharapkan akan mendukung peningkatan kualitas pengelolaan pariwisata, termasuk aspek kebersihan. Menurutnya, sangat tidak mungkin hanya mengandalkan satu instansi, yaitu Dinas Lingkungan Hidup, untuk menangani persoalan sampah di Lombok Tengah.
“Kami berharap Pocari dapat terus mendampingi masyarakat, bahkan membantu memastikan sampah dari desa bisa terkelola dengan baik hingga ke TPA,” tambahnya.
KLH NTB, Ahmadi, menyoroti bahwa persoalan terbesar penanganan sampah bermula dari kurangnya pemilahan di tingkat rumah tangga.
“Kegagalan kita dimulai dari pemilahan sampah. Akibatnya, sampah menumpuk di TPA. Terima kasih kepada masyarakat Sade yang mulai memilah sampah. Jika ini berjalan konsisten, maka sampah dapat terselesaikan dari sumbernya,” ungkapnya. Ia berharap Dusun Sade menjadi contoh desa wisata yang bersih, sehat dan mandiri dalam mengelola sampah.
Presiden Komisaris PT. Amerta Indah Otsuka, Roy Sparingga, menyampaikan bahwa inisiatif bank sampah ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat mengubah perilaku dalam mengelola sampah.
“Tujuan utama kami adalah mendorong masyarakat agar mampu mengolah sampahnya sendiri. Program ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif masyarakat,” ujar Roy.
Ia memastikan bahwa Pocari Sweat akan terus mendampingi operasional Bank Sampah Sade agar mampu berkembang dan menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Dengan hadirnya bank sampah, masyarakat Sade kini dapat memilah sampah dari sumbernya, meminimalisasi penumpukan sampah, serta membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah bernilai jual. Selain itu, keberadaan bank sampah diperkirakan akan mendukung estetika kawasan wisata Sade yang menjadi salah satu ikon budaya Lombok Tengah.
Inisiatif ini menjadi momentum penting bagi kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. (*)

