oleh

Nekat Selundupkan Sabu di Dubur, Pria Asal Aikmel Diringkus Polisi

banner 300500

Polres Lotim berhasil menangkap terduga pelaku penyelundup narkoba jenis sabu. Saat ini terduga pelaku telah diamankan dan terancam pidana penjara 20 tahun penjara.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Timur berhasil menangkap salah seorang pelaku penyelundupan Narkoba jenis Sabu seberat 201,79 gram inisial RF (32) yang merupakan warga Aikmel di Desa, Jenggik tepatnya di pos perbatasan Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Dalam konferensi persnya atas pengungkapan kasus itu, Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono menyatakan barang bukti yang berhasil diamankan itu tergolong besar dan dengan modus operandi yang cukup cerdik dan mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan oleh masyarakat.

“Pengungkapan kasus ini berkat kerja sama dan peran serta masyarakat dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” katanya, Senin, (30/08/2021).

Lanjut dia, dengan informasi itu, jajarannya langsung melakukan pendalaman, dan tim berhasil mencegat dan menangkap terduga pelaku tepat Pukul 18:30 Wita dan pelaku berhasil diamankan ke Mapolres Lotim untuk selanjutnya dilakukan interogasi. “Saat dilakukan penggeledahan badan dan pakaian tidak ditemukan barang bukti, namun berdasarkan hasil interogasi terduga pelaku mengaku menyimpan narkoba jenis Sabu itu di dalam perutnya,” imbuhnya.

Atas pengakuan itu, Tim Opsnal Satresnarkoba langsung membawa terduga pelaku ke RSUD Soedjono Selong untuk menjalani rontgen, dan ternyata di dalam perutnya terdapat benda asing berbentuk oval seperti telur sejumlah tiga buah, di mana dua antaranya berukuran besar dan satu ukuran kecil yang dibungkus plastik bening.

“Di dalam benda itu setelah ditimbang terdapat Sabu seberat 201,79 gram,” paparnya dan menyebut jika sejauh ini terindikasi jaringan antar provinsi, dan rencananya akan diedarkan di wilayah Lombok Timur.

“Barang ini asal Sumatera, ini adalah jaringan antar Provinsi,” sebutnya dan menyatakan RF ternyata setelah dilakukan pendalaman telah dua kali menjalankan aksinya dengan modus operandi yang sama.

“RF ini sudah dua kali membawa narkoba jenis sabu, dengan modus yang sama, dan atas aksinya ini yang bersangkutan terancam maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya. (Cr-Pin)