Minyak goreng alami kelangkaan dan kenaikan harga dan memberatkan masyarakat. Dari itu dalam waktu dekat Dinas Perdagangan Lotim akan lakukan langkah terobosan.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Minyak goreng manjadi komoditi pokok yang alami kelangkaan beberapa bulan terakhir, dan mengalami kenaikan harga yang signifikan, sehingga hal itu meningkatkan pengeluaran harian rumah tangga yang memberatkan di tengah dampak Pandemi Covid-19.
Seperti yang dikeluhkan oleh Siti Aminah, salah seorang pedagang gorengan di wilayah Selong. Siti Aminah mengakui, dengan langka dan meroketnya harga minyak goreng memaksa dirinya harus memutar otak dalam menjajakan gorengan jualannya, atau bahkan ia harus terpaksa mengurangi produksi agar usahanya tetap berjalan dan terhindar dari kerugian.
“Dulu harga minyak per liternya di bawah Rp 15 ribu, sekarang per liternya Rp21-25 ribu, itu pun dibatasi saat kita beli, padahal kebutuhan saya sehari 7-10 liter, dengan keadaan seperti ini, terpaksa kita harus kurangi jualannya,” kata dia sesal, Selasa (02/08/2022).
Dirinya pun berharap, langka dan mahalnya harga minyak goreng saat ini dapat segera diatasi oleh pemangku terkait, apalagi menjelang bulan Ramadhan, dikatakan dia dampak dari masalah minyak goreng akan semakin terasa di tengah masyarakat.
“Bulan puasa tinggal sebentar lagi, kalau masalah minyak goreng ini tidak bisa diatasi, dampaknya akan semakin parah, tentu saya berharap soal minyak goreng ini dapat segera diatasi,” harapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Dami Ahyani mengakui langka dan mahalnya minyak goreng yang terjadi saat ini memberatkan masyarakat, ia pun mengklaim persoalan itu terjadi karena terlambatnya distribusi produsen kepada distributor.
“Kita sama pahami apa yang terjadi. Persoalan ini terjadi karena terlambatnya distribusi yang dilakukan oleh produsen ke pemasok,” jelasnya.
Diakui dia, pihak Dinas Perdagangan Lombok Timur tidak berpangku tangan atas hal itu, namun mencoba untuk terus menemukan solusi agar langka dan mahalnya minyak goreng tidak terjadi sampai memasuki bulan Ramadhan.
“Tentu kami dari dinas terus berusaha, salah satunya kami berkoodinasi dengan provinsi agar harga minyak goreng ini segera stabil,” akunya.
Diakui dia juga, pihaknya dalam waktu dekat akan menyalurkan minyak goreng dengan harga Rp14 ribu/liter, di mana hal itu merupakan bentuk kerjasama antara pihaknya dalam mendukung program Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dengan Pemprov NTB.
“Insya Allah tanggal 10 Maret ini kami akan menyalurkan minyak goreng dengan harga Rp14 ribu/liter untuk membantu kebutuhan rumah tangga masyarakat,” tandasnya. (Pin)

