
LOMBOK TIMUR, corongrakyat.co.id – Kurang lebih 700 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Pulau Maringkik Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur baru-baru ini mulai menagih janji Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)TGH Zainul Majdi agar dapat dengan segera merealisasikan program saluran air bersih bagi masyarakat Pulau Maringkik.
Menurut H. Ta’iq salah satu masyarakat sekitar yang berhasil dimintai keterangannya oleh wartawan corongrakyat.co.id, menyampaikan bahwa mereka sebagai masyarakat pulau maringkik berkewajiban untuk mengingatkan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atas janjinya beberapa tahun lalu kepada warga untuk membangun saluran air bersih ke pulau maringkek yang memang sangat sulit air tawar ini.
Selain itu, Gubernur NTB TGH Zainul Majdi juga pernah berjanji kepada masyarakat yang ada di pulau maringkik, pada tahun 2015 ini , selain pemerintah akan membangun saluran air bersih juga akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat yang ada, akan tetapi sayangnya, janji-janji manis gubernur NTB TGH Zainul Majdi tersebut sampai dengan saat ini belum juga ada kabar untuk direalisasikan.
Ditegaskan oleh H. Ta’iq ketersediaan air bersih pada wilayah ini sangatlah di damba-dambakan oleh masyarakat setempat. Bagi masyarakat pulau maringkik mendapatkan air bersih bagaikan mendapatkansekarung emas.
“Kalau beras, uang di pulau maringkik ini masih bisa kita minta dan minjam di tetangga, tapi kalau air untuk minum kita malu untuk minta dan minjam” kata H. Ta’iq
Hal yang sama juga sempat disampaikan oleh H. Ta’iq, untuk dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih, mereka harus rela merogoh kocek sebesar Rp.15.000,00/hari untuk mendapatkan 20 liter air bersih. persoalan semacam ini terus mereka hadapi bertahun-tahun tanpa pernah ada solusi yang jelas dari pemerintah.
Adapun harapan masyarakat yang ada di pulau maringkik ini, kedepan baik kepada pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, agar tidak memandang sebelah mata akan keberadaan 700 KK masyarakat yang ada di pulau maringkek, karena bagaimanapun juga masyarakat yang ada di pulau maringkik ini juga adalah masyarakat NTB yang sudah barang tentu membutuhkan sentuhan-sentuhan dari para pemegang kebijakan yang ada di NTB.
Meskipun selama ini kita akui, pulau maringkik tengah menjadi sasaran program proyek Baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten. Akan tetapi satupun program tersebut tidak ada yang menyentuh kepada persoalan mendasar yaitu pemenuhan akan kebutuhan air bersih pada pulau ini.
Sedangkan Ketua SMS (Serikat Masyarakat Selatan) Sayadi SH Pada corongrakyat.co.id mengatakan bahwa blusukannya TGB pada waktu itu karena paska hearing ke dinas Kelautan dan Perikanan (Kelkan) dengan tema masyarakat terisolir dari program pemerintah dan semua media meliput.
“Dalam janjinya gubernur pertama masalah air bersih, kedua masalah pendidikan dan ketiga adalah Ambulan perahu, Janji wajib di bayar. Dan beberapa hari terakhir masyarakat mengajak saya hearing ke gubernur NTB untuk menagih janji beliau,” tegas Sayadi.(cr-ari)

