Kelola Air Bersih, Pemdes Kalijaga Baru Bentuk Bumdes

Kepala Desa (Kades) Kalijaga Baru, H. Nawawi
Kepala Desa (Kades) Kalijaga Baru, H. Nawawi

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat –Sarana air bersih belakangan ini menjadi masalah utama masyarakat Lombok Timur, terlebih pada musim kemarau. Kenyataan itu membuat para pemangku kebijakan harus berfikir keras untuk ketersediaan sarana air bersih bagi rakyatnya, tak ketinggalan juga bagi Pemerintah Desa. Pemerintah Desa (Pemdes) Kalijaga Baru misalkan,guna mengelala air bersih warga, Pemdes Klaijaga Baru membentuk Badan Usaha Milik Desa(Bumdes).

Pembentukan Bumdes ini dihajatkan supaya penggunaan air bersih dinikmati warga berkelanjutan dan menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes).Perwakilan warga dari dusun yang ada di desa Kalijaga Baru secara musyawarah melakukan pembentukan Bumdes tersebut.

Kepala Desa (Kades) Kalijaga Baru, H. Nawawi, pada Corong Rakyat di ruang kerjanya, Rabu (7/9) menjelakan, pembentukan Bumdes untuk pengelolaan sarana air bersih itu adalah keinginan warga.

Pemdes Kalijaga Baru, dalam hal ini dirinya selaku Kades hanya bersifat memfasiliatsi saja.Keinginan warganya untuk mendapatkan air bersih yang lancar dan berkelanjutan difasiltasi oleh desa dengan menyarankan pemebetukan Bumdes tersebut.

“Kedepannya, Bumdes ini yang akan mengurus pemeliharaan dan penyambungan pipa ke rumah penduduk,” terangnya.

Lebih jauh H. Nawawi menjelaskan, selain pengadaan dan pemasangan instalasi, pihak Bumdes yang akan mengatur admistrasi dan pengawasan,termasuk penagihan pembayaran pemaikan air bersih yang dinikmati warga.

Selanjutnya dana hasil pembayaran warga tersebut akan dikelola oleh pengurus Bumdes guna kebutuhan pemiliharan jaringan air bersih warga.

“Kades sama sekali tidak terlibat dalam system maupun pengambilan keputusan Bumdes ini nanti,” paparnya.

Sebagai lembaga usaha desa,Bumdes akan diberikan modal awal oleh desa melalui Anggaran yang bersumber dari Alokasi Dana Desa(ADD).Pemerintah desa Kalijaga Baru memberikan suntikan dana untuk modal awal Bumdes ini sebesar Rp. 40 juta.

Tujuan Bumdes ini dikatakan lebih menekankan pada sosial kemasyarakatan.Sementara untuk profit atau keuntungan dari usaha menjual air kepada warga ini, Bumdes akan lebih lunak tergantung  kondisi ekonomi pelanggan.

Untuk pengadaan pipa sambungan ke rumah warga dan kilometer pencatat penggunaan pelanggan, biaya dibebankan kepada kepala keluarga (KK) yang mengajukan permohonan pemasangan.

Sampai saat ini belum semua warga Desa Kalijaga Baru yang dapat terlayani oleh Bumdes.Diharapkannya, dengan makin bertambahnya pemasangandan adanya bantuan pipa dari pemerintah daerah maupun provinsi akan menamabah volume debit air yang tersalurkan.

Keterbatasan alokasi anggaran untuk pemasangan penyambungan ke semua warga akan dicarikan solusi oleh Kades.

“Saya sudah laporkan kekuarangan anggaran ini kepada Bupati,dan insya Allah akan segera dibantu,” ungkap mantan Kepala Desa Kalijaga selatan ini.

Untuk memaksakan anggaran dari ADD,ia mengatakan sangat tidak mungkin mengingat banyaknya program lain seperti peningkatan jalan,pembukaan jalan baru dan pembukaan jalan pertanian.

Kondisi infrastruktur yang jauh dari cukup diakui oleh H Nawawi.Hal ini mengingat desa Kalijaga Baru merupakan desa baru dan masih dalam rencana penataan.

“Kmi akan memulai memabangun yang sifatnya mendesak dan itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat kami,” paparnya.

Desa Kalijaga Baru mememilki lahan pertanian yang cukup luas.Jarak antar kampong pun masih memilki jarak.Untuk memudahkan akses mobilisasi antar warga dusun di dalam desa Kalijaga Baru,H Nawawi menginsiasi warganya untuk mebuka jalan dengan peran serta masyarakat.

“Desa hanya menyewa alat berat saja untuk meratakan tanah,warga bergotong royong untuk membuka jalan,” ujarnya.

Pembukaan jalan pertanian juga prioritas Kades Kalijaga Baru, Kebutuhan akan jalan usaha tani ini dihajatkan untuk mendongkrak harga jual hasil pertanian masyarakat dan juga meningkatkan harga tanah di desa Kalijaga Baru.

”Biaya tambahan yang sebelumnya dikeluarkan petani untuk menjual hasil pertanianya kini sdah tidak ada lagi” ucapnya bangga.Mampaat lain dengan pembukaan jalan usaha tani oleh Pemdes Kalijaga Baru ini, suplay pupuk untuk pertanian.Sebelum dibuka jalan pertanian tersebut petani dipaksa mengeluarkan biaya panggul untuk mambawa pupuk ke areal persawahan warga.

Desa Kalijaga Baru membawahi enam kekadusan dengan populasi penduduk 3.500 jiwa Desa Kalijaga Baru dituntut berbenah.Penataan pemukiman dengan melakukan renovasi rumah warga yang tidak mampu.Selain menganggarkan dari Dana Desa(DD), Nawawi juga berusaha jemput bola dengan mengajukan bantuan kepemerintah provinsi.Hasilnya 2017 desa Kalijaga Baru akan mendapatkan program bedah rumha kumuh sebayak 30 unit dengan biaya per rumah Rp 25 juta. Sementara renovasi rumah warga kurang mampu yang dananya bersumber dari ADD baru bisa terlaksana sebayak 6 unit dengan biaya per rumah Rp7,5 juta.

Penataan perkampungan warga dengan merabat jalan masuk kampung.Beberapa ruas jalan yang berada didalam perkampungan warga kini sebagian sudah dirabat.

Total panjang yang di rabat oleh Pemdes Kalijaga baru yakni 600 meter.Untuk melajutkan rabat jalan ini,Pemdes sudah memasukan anggaran di rencana anggaran pemerintah desa perubahan(RAPBDP).Rabat ini akan terus ditambah panjangnya hingga benar-benar jalan yang masuk keperkampungan warga sudah dirabat semua.

“Ini yang selalu masuk ke kami dan diusulkan oleh warga saat Musrambangdes,” terangnya.

Langkah konkrit Pemdes Kalijaga Baru guna menjaga kenyamanan dan keindahan pemukiman warganya dengan memabngkuan saluran pembuangan limbah rumah tangga.Hal ini juga dimaksudkan agar pemebersihan sisa libah rumah tangga ini mudah dilakukan.

Mengingat belum meratanya KK yang memilki toilet, pemerintah desa membangun enam unit MCK di masing-masing kekadusan yang ada di wilyah desa Kalijaga Baru.

“Tidak ada lagi buang air besar (BAB) sembarangan dengan adanya MCK umum tersebut,” tegasnya.

Secara khusus, H. Nawawi mengapresiasi warga desa Kalijaga Baru dengan masih terjaganya sifat gotong royong warga untuk membangun fasilitas publik.

“Semangat kebersamaan dan swadaya masyarakat ini membantu dalam pengematan anggaran yang terbatas,” sanjungnya melihat antusiasme warganya.

Berjalan baiknya program desa selama dimenjabat sebagai kepala desa pertama Kalijaga Baru, tidak lepas dari peran serta masyarakat.Dikatakan hampir semua jenis program fisik melibatkan masyarakat sehingga pembangunan dan pemampaatan fasiliats tersebut sesaui dengan kebutuhan warga.

Pembanguan mental dengan pembentukan karakter anak anak usia dini juga sudah dilakukan oleh Pemdes dan masyarakat.Penyelenggaran pendidikan anak usai dini PAUD sudah berjalan disemua dusun.

Melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap keberadaan PAUD ini, Pemdes Kalijaga Baru melakukan pembangunan gedung PAUD secara bertahap.Untuk dusun yang belum memilki banguanan permanen, warga secara sukarela menyediakan rumahnya sebagai tempat kegiatan PAUD ini berjalan.

Satu-persatu program yang bersifat mendesak dilaksanakan dengan tetap membuka diri atas masukan-masukan warga.Dengan kebijakan mendengar warga ini,nyaris tidak ada persoalan yang muncul ditengah tengah masyarakat.

Nawawi bertekad untuk anggaran 2017, rabat jalan dan pembukaan jalan usaha tani akan di lanjutkan.Diakuinya, saat ini ada beberapa loaksi pembukan jalan pertanian belum maksimal dan belum mampu dinikmati secara merata oleh pemilik lahan pertanian.Beberapa warga desa Kalijaga Baru yang ditemui Corong Rakyat menyatakan keyakinanya akan kempuan Kades H. Nawawi.

Beliau berhasil membangun desa Kalijaga Selatan sejak baru mekar, jadi pengalaman memimpin dan membangun desa baru sudah terbukti. Pengakuan serupa juga diungkapkan oleh koleganya sesama Kepala Desa.

Kepala desa Kalijaga selatan mengakui kemauan membangun H. Nawawi yang besar, serta besarnya niat dan tekat untuk mengajak masyarakat berbenah.

“Ketika sebagian besar orang dulu takut mekar dengan desa induk Kaliga, beliau terdepan dan langsung berbuat untuk menyabut pemekaran, Kalijaga selatan salah satu hasil beliau,” terang Apwan. (cr.mil*)