
Lombok Timur, CR- Dalam rangka meredusir terjadinya konflik bernuansa SARA di Kabupaten Lombok Timur, Lembaga Studi Pengkajian Dan Pengembangan Masyarakat (LSP2M) Nusa Tenggara Barat menggelar diskusi public refleksi Ramadhan yang diadakan di aula gedung Loka Latihan kerja (LLK) Selong Lombok Timur. Senin (20/06/2016)
Acara yang bertemakan “Mempererat Ukhuwah Islamiyah Dalam Kemajmukan Sebagai Upaya Untuk Meredusir Konflik Bernuansa Sara Di Kabupaten Lombok Timur” tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lombok Timur H Ali Bin Dahlan dan dihadiri oleh pihak yang berkompeten seperti Bakesbangpoldagri, Organisasi Nahdlatul Ulama’, Kementerian Agama Lotim dan politikus sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Syamsul Rizal S.Pd mewakili panitia dalam sambutanya mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan diskusi public refleksi Ramadhan tersebut di harapkan semua element masyarakat mampu mengambil pelajaran dan nilai yang sangat berharga, sehingga kedepan bisa mengambil langkah- langkah dalam mengantisipasi isu sara yang akan berdampak kepada terjadinya konflik.
“Kami berharap dengan kegiatan ini kita bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga untuk bisa mengambil langkah dalam mencegah konflik yang bernuansa sara terutama di Lombok Timur,” ungkap Syamsul Rizal S.Pd
Sementara itu Widianto selaku direktur Lembaga Studi Pengkajian Dan Pengembangan Masyarakat (LSP2M) Nusa Tenggara Barat mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut tidaklah lain dilakukan untuk menjalin silaturrahmi dan sinergitas dengan semua element masyarakat yang ada di Lombok Timur, baik itu Pemerintah, Toma, Toga dan Mahasiswa untuk bisa membangun komitmen bersama dalam upaya menciptakan suasana yang aman dan damai
“Ini sebagai ajang silaturrahmi bagi semua element masyarakat untuk kita sama- sama membangun komitmen dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bermasyarakat terutama bebas dari isu sara,” ungkap Widianto
Widianto juga berharap agar para peserta bisa fokus mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai, karna dalam acara tersebut diharapkan ada masukan yang nantinya bisa menjadi solusi yang baik dalam memecahkan masalah- masalah yang terjadi dan dalam kegiatan itu juga para peserta diajarkan untuk bagaimana memberikan penyadaran untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman suku sasak.
Bupati Lombok Timur H Ali Bin Dahlan saat membuka acara tersebut mengungkapkan bahwa sebelum adanya organisasi maupun partai politik tidak ada yang namanya pertempuran dan pertikaiaan sehingga masyarakat dahulu hidup dengan aman dan damai.
“Sebelum ada organisasi dan parpol, masyarakat hidup aman dan damai tanpa ada pertikaian, tapi saya tidak bilang ya kalau organisasi dan parpol adalah penyebabnya karna saya hanya menggiring anda pada tesis tentang penyebabnya dan sekarang anda akan diskusikan apakah ada kaitanya,” ungkapnya dengan nada khas yang selalu di munculkan oleh H Muh Ali Bin Dahlan.
Ditambahkanya lagi bahwa Indonesia merdeka karna pahlawan yang tergolong dari beberapa suku dan agama yang berbeda, sehingga Indonesia tidak hanya milik satu golongan oleh sebab itu, jadikanlah suatu perbedaan sebagai spirit untuk membangun kebersamaan.
Acara yang di mulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dihadiri oleh sekitar seratus orang peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan (OKP) lembaga swadaya masyarakat (LSM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan wartawan (Met)

