Sebagai upaya pencegahan penuran covid-19, Crisis Centre Covid-19 kemitraan kemanusiaan Kabupaten Lombok Timur, meminta suapaya ada pendekatan yang lebih baik dari pihak terkait, agar penanganan covid-19 selesai dengan lebih baik dan tidak menambah masalah.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Sejak munculnya kasus pertama positif covid-19 di NTB pada tanggal 24 maret 2020 di kabupaten Lombok timur , lonjakan jumlah kasus positif covid-19 terus terjadi. Berdasarkan update terakhir (21 April 2020) tercatat 108 orang terkonfirmasi positif covid-19 dengan rincian 94 orang dalam perawatan, 11 orang sembuh dan 4 orang meninggal dunia.
Dari jumlah itu terdapat 185 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 847 orang ODP ( Orang Dalam Pantauan). Angka 108 konfirmasi inipun merupakan hasil pemeriksaan dan test SWAB dari 38 % PDP dan masih ada 62% PDP belum selesai dilakukan screening sehingga dapat di prediksi bahwa lonjokan kasus positif covid-19 bisa saja terus mengalami kenaikan.
Kordinator Crisis Centre Covid-19, Dr. Kurnia Akmal menuturkan, Pandemi covid-19 harus benar-benar di anggap serius oleh semua pihak terkait dan seluruh elemen masyarakat agar segala bentuk upaya antisipasi, pencegahan dan minimalisir dampak serta penangannya bias dilakukan dengan lebih sistematis, cepat dan tepat serta berkesinambungan.
“Harus ada pendekatan yang lebih baik agar penanganan pandemi covid-19 selesai dengan lebih baik dan tidak menambah masalah baru. Dan apabila penanganan terkesan kurang serius dan kurang baik maka masalah akan semakin panjang dan biaya yang di butuhkan untuk penanganan covid-19 akan terus membengkak,” Ujarnya melalui press release, rabu 21/04/2020.
Kurnia Akmal menambahakan, crisis centre covid-19 kemitraan kemanusia perlu menyampaikan kepada semua pihak terkait beberapa hal antara lain, Media akan memegang peranan penting untuk terus menggalakkan upaya sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat . Pemerintah harus tetap berupaya menggunaka kemampuan dan kekuatan maksimal untuk menghadapai pandemic covid-19 agar tetap bisa terkendali dan tertanggulangi
“Selain upaya pencegahan dan penegndalian , pemerintah juga harus mampu mengantisipasi dampak-dampak yang lain dari pandemi-19 seperti dampak ekonomi, social, pelaksanaan ibadah khusus selama ramdahan agar tidak terjadi gejolak atau hal-hal yang tidak di ingginkan pada masyarakat,” Pungkas Akmal
Dirinya juga mengatakn, Dengan progress data covid-19 sampai saat ini hendaknya pemerintah mampu membuat kesimpulan dan rumusan agar penanganan pandemi covid-19 kedepannya bias lebih tepat, berkesinambungan sampai tuntas. Semua potensi harus digerakkan termasuk relawan, tokoh-tokoh media dan semua yang ada dengan pendekatan yang lebih baik dan menganggap semuanya sebagai mitra strategis untuk penanganan covid-19
“Pemerintah harus melibatkan semua masyarakat dalam menghadapi covid-19 dengan memperkuat basis kampong melalui gerakan jaga kampong,” Pintanya.
Lebih jauh Kurnia Akmal mengucapkan, Terimaksih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19 dengan tetap tinggal dirumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta cuci tangan dengan sebuan di air mengalir.
“Kami sampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif covid-19 di rumah sakit,” tutup Akmal yang juga Ketua IDI Lotim itu. (CR-Wenk).

