Kelangkaan LPG 3 Kg Berlarut, Harga Tembus HET, Bupati Lotim Akui dan Minta Maaf

Lombok Timur — Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang disertai lonjakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) memicu aksi demonstrasi dari Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat, Senin siang, di depan Kantor Bupati Lombok Timur.

Dalam aksinya, massa mendesak Pemerintah Daerah agar segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk mengatasi persoalan yang dinilai telah berlarut-larut. Para demonstran menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bukan hanya kelangkaan, tetapi juga harga yang sudah melampaui ketentuan HET di tingkat masyarakat.

“Sudah berbulan-bulan masalah ini tidak kunjung selesai. Kami mempertanyakan kinerja Dinas Perdagangan Lombok Timur. Kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang terkesan menyepelekan persoalan ini. Ini masalah serius, bukan hal sepele,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

Selain menyoroti kinerja pemerintah daerah, massa juga mengingatkan DPRD Kabupaten Lombok Timur agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan tidak tinggal diam melihat kondisi yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
Tak lama berselang, perwakilan massa aksi diterima langsung oleh Bupati Lombok Timur untuk melakukan dialog. Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi.

“Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Lombok Timur atas kelangkaan LPG 3 kg ini. Pemerintah daerah akan berupaya serius untuk mengatasi persoalan ini,” ujar Bupati di hadapan perwakilan massa.

Pemerintah daerah pun berjanji akan segera mengambil langkah-langkah strategis guna memastikan distribusi LPG kembali normal dan harga dapat dikendalikan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, masyarakat berharap komitmen tersebut tidak sekadar menjadi pernyataan, melainkan diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.||Ri CR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *