Kadri: Parpol Pengusung Jangan Sandra Fauzan

H.Fauzan Khalid PLT Bupati Lobar saat mengalungkan karangan bunga untuk rombongan Menteri Kominfo di Lembar beberapa waktu lalu
H.Fauzan Khalid PLT Bupati Lobar saat mengalungkan karangan bunga untuk rombongan Menteri Kominfo di Lembar beberapa waktu lalu

Mataram, Corong Rakyat- .Pengamat politik IAIN Mataram Doktor Kadri berharap Parpol pengusung AZAN tidak “sandra” Fauzan Khalid dengan menyodorkan figur “hijau” sebagai wakilnya. Makin menghangatnya perbincangan publik mengenai siapa yang layak mendampingi Fauzan menarik perhatian pengamat politik.

Doktor Kadri mengulas panjang lebar konstalasi politik Lom bok Barat. Menurutnya publik Lobar saat ini menunggu siapa yang akan menjadi pendamping Fauzan dua tahun mendatang memimpin Lobar, ucapnya.

Saat ini nama Azril yang berlatarbelakang pengusaha dan Naouval putra tunggal mantan Bupati Lobar Zaini Arony digadang-gadang sebagai kandidat terkuat mendampingi Fauzan.

Munculnya dua nama ini menurut Kadri terlalu prematur untuk mengemban jabatan Wakil Bupati Lombok Barat.

” Nauval yang saat ini berstatus PNS merupakan orang baru dan belum cukup pengalaman untuk memimpin Lobar” sorotnya. Begitu juga dengan Azril yang santer disebut- sebut berpeluang mendampingi Fauzan merupakan wajah baru di perpolitikan Lobar.  Munculnya dua nama Azril dan Nauval ini menurut Kadri bisa berpeluang “Menyandra” Fauzan dalam memimpin Lombok Barat dua tahun mendatang.

Analisa Kadri ini merujuk berat kompleknya persoalan yang di hadapi Lombok Barat saat ini.

“Kalau partai pengusung AZAN yang terdiri dari lima partai ini tidak cermat mengusung calon Wakil Bupati Lombok Barat, maka yang terbebani untuk bekerja adalah Fauzan sendiri sebagai bupati nanti,” terangnya.
Untuk itu, Kadri berharap ketua lima partai yang punya hak mengajukan Cawabub berpikir panjang dan bijak menggunakan hak politiknya.
Mengenai proses politik dalam mengajukan nama Cabub Lobar,Kadri berharap Fauzan tidak dalam kondisi di “paksa” untuk menerima calon yang di ajukan Partai Pengusung.

” Kalau konteks criteria, saya kira calon wakil yang di sodorkan sosok yang memiliki kimestri dengan Fauzan,” terang Kadri.

Lebih lanjut dipaparkan DR Kadri bahwa Cawabub tersebut minimal birokrat yang berpengalaman atau dari kalangan Politisi yang berpengalaman dan faham betul kondisi birokrasi Lombok Barat. Doktor Kadri juga nengibaratkan  Bupati dan Wakil Bupati seperti pasangan suami istri.

“Harus bisa saling melengkapi,” urainya.

Dua poin yang menjadi latar belakang pendamping Fauzan untuk membantu  mengontrol kinerja birokrasi  Lombok Barat yang saat ini menurut Kadri masih belum solid.

” Masyarakat Lombok Barat sadar dan terang melihat tantangan bupati dan wakil bupati saat ini, salah satunya adalah sulitnya satu perintah dari pimpinan kebawahan,” ucapnya yakin.

Kadri menekankan sosok dari politisi akan sangat membantu Fauzan menciptakan kondisi birokrasi yang nyaman.Selain itu dukungan politik dari Legislatif diyakininya akan menciptakan susana pemerintahan yang kondusif.

Lalu bagaimana dengan isu yang senter terdengar mengenai komersialisasi hak politik lima partai pengusung? Kadri berharap partai pengusung untuk transparan dengan mempublis kreteria calon yang akan di usung.

“Jika penunjukan nama Cawabub dilakukan diam-diam, maka kelima Parpol pengusung ini akan mendapat cap “Hitam” di mata masyrakat Lombok Barat,” ulasnya.

Dosen IAIN Mataram ini juga meminta para Ketua Partai pengusung untuk belajar dari kasus yang menjerat mantan Bupati Lombok Barat Zaini Arony yakni masalah uang sogokan.

Informasi yang diserap Corong Rakyat saat ini, perbincangan soal kisaran “Mahar” untuk Parpol pengusung dari Cawabub berkisar diangka Rp 500 Juta.

” Perang tarip untuk 45 orang anggota dewan Lobar saat ini Rp 100-200 juta persuara,” ungkap sumber di Giri Menang yang enggan diberitakan identiasnya.(Mil)