Proyek Ibu Kota Negara (IKN) telah ditetapkan dalam rancangan pembangunan jangka menengah (RPJMN) yang diketok pada awal Januari 2020.
JAKARTA, Corongrakyat.co.id -Persiapan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur terus dimatangkan. Proyek IKN bahwa telah ditetapkan dalam rancangan pembangunan jangka menengah (RPJMN) yang diketok pada awal Januari 2020.
Dalam menyukseskan pemindahan IKN tersebut, kaum terpelajar memiliki posisi penting untuk terlibat dalam berbagai riset terkait pembangunan hingga kesiapan masyarakat setempat dalam menyongsong hadirnya IKN sebagai episentrum budaya dan wajah Indonesia di dunia global.
Terkait dengan itu, di sela-sela Webinar Virtual HMPI ke-6 (22/8) “Maju dan Merdeka: Refleksi HUT RI ke-75, Kolaborasi dan Konsolidasi Mahasiswa Pascasarjana Antar Benua” Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) Andi Fajar Asti berinisiatif untuk melakukan riset kesiapan masyarakat pesisir dalam menyongsong ibu kota negara.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Presiden Dr. Ir. Mochammad Fadjroel Rachman mengatakan bahwa sebagai barisan terpelajar HMPI dapat tergabung dalam riset kolaboratif dengan tim riset kepresidenan. “Riset-riset kalangan terpelajar sangat berguna sebagai bentuk sumbangan terhadap ibu kota negara,” lanjut Fadjroel Rachman yang sedang dalam perjalanan tugas ke Jawa Tengah.
Fadjroel menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia adalah pancakerja Presiden Joko Widodo dan olehnya itu membutuhkan berbagai kontribusi dari kalangan terpelajar, khususnya mahasiswa pascasarjana. “Kunci kesuksesan dalam membangun SDM unggul Indonesia adalah partisipasi, adaptasi, dan kolaborasi,” lanjut Fadjroel sebagai keynote speaker.
Pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur diumumkan Presiden Joko Widodo pada 29 Agustus 2019. “Berbagai riset kolaboratif terkait pemindahan ibu kota negara harus terus dilakukan mengingat proses pemindahannya sangatlah kompleks mulai dari penyusunan perencanaan hingga kesiapan masyarakat setempat,” pungkas Andi Fajar Asti.
DIi bawah kepemimpinannya HMPI menginisiasi terbentuknya Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) yang diketuai oleh Bupati Penajam Paser Utara H. Abdul Gafur Mas’ud.
Webinar Virtual ini dimoderatori oleh Delfi Vijja Paramita (Co-Founder Beesa) dan diisi oleh mahasiswa pascasarjana dari 7 negara, yaitu Muhammad Dhafi Iskandar (IPAG Business School, Paris), Imam Wierawansyah Eltara (Technology Management in Instituto Politechnico de Braganca Portugal), Unaesah Rahmah (S. Rajaratnam School of International Studies Singapura), dan Gesta Fauzia Nurbiansyah (Necmettin Erbakan University Turki).
Hadir pula pembicara lainnya, yaitu Ismail Amin (Universitas International Almustafa Qom Iran), Arifuddin Balla (Southern Illinois University Carbondale Amerika Serikat), Moh Abdul Aziz Nawawi (Koord Hubungan Luar Negeri DPP HMPI) dan Yanuardi Syukur (S3 UI/SC Munas HMPI/Rumah Produktif Indonesia). (Cr-wenk).

