
Lombok Timur, CR – Sabtu (6/8/2016). Jaringan Aktifis Peduli Daerah (JAPDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) Miq Apenk, ia kembali memberikan statemen kepada media terkait dengan pembangunan Dermaga Labuhan Haji, menurutnya Dermaga Labuhan Haji tidak merupakan program mubazir akan tetapi dermaga tersebut sulit akan mendatangkan pendapatan dalam jangka pendek.
“Menurut saya, Dermaga Labuhan Haji tidak merupakan program mubazir namun sulit akan mendapatkan pendapat dalam jangka pendek. Selain itu juga, konsep pemerintah terhadap pengembangan Dermaga Labuhan Haji tersebut untuk masa yang akan datang belum terlihat, sebenarnya itu yang harus di jelaskan terlebih dahulu dimasyarakat, apakah dermaga ini kedepannya akan dijadikan dermaga Internasional atau Domestik,” katanya.
Kendati demikian lanjut Apenk, pemerintah Kabupaten Lombok Timur rupanya masih saja terus menganggarkan dermaga tersebut, padahal jika pemerintah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) ingin memajukan sector ekonomi, semestinya cukup dengan melakukan revitalisasi pasar tradisional atau membangun sentral ekonomi lainya saja di Lotim.
“Dengan anggaran ratusan milyar berapa pasar tradisional yang bisa dibangun, belum sektor lainya seperti pembangunan irigasi dan pertanian, akan tetapi apa hendak di kata, dermaga Labuhan Haji sudah terbangun, ya di manfaatkan saja, apakah kedepan pelabuhan ini akan dijadikan pelabuhan pelelangan ikan atau dijadikan destinasi pariwisata, karena kalau ingin menjadikan dermaga internasional seperti keinginan Ali BD, itu hanya mimpi dan kurang realistis, karena keberadaan dermaga ini juga kurang realistis”. ucap Miq Apenk.
Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Dermaga Labuhan Haji, Hasibullah. SIP mendengar adanya kritikan seperti itu, ia lebih menanggapi dengan positif kritikan Miq Apenk tersebut, menurutnya Pelabuhan adalah salah satu aset terbesar dalam meningkatan perekonomian masyarakat.
“Dengan adanya pelabuhan tentu menjadi sebuah harapan besar bagi pemerintah saat ini untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa selaku Kepala UPP yang dipercaya pemerintah, terus berharap dan mengajak semua elemen masyarakat untuk dapat mengkawal program yang baik ini, karena bagaimanapun juga dukungan masyarakat sangat penting.
Begitu juga ditambahkan oleh Hasibullah, satu hal yang harus diketahui oleh masyarakat luas, dalam waktu dekat kapal ekspedisi dari Labuan Lalar akan melakukan uji coba ke Labuhan Haji, kalau tidak ada halangan diperkirakan akan berlangsung sebelum tanggal 17 bulan depan, sementara terkait dengan aktifitas bongkar muat barang cangkang Sawit
pada pelabuhan hampir setiap bulan berlangsung bebernya. (Ari)

