LOMBOK TIMUR – Pilkada serentak semakin dekat dan semakin memanas, beberapa waktu lalu KPU Melaksanakan debat antar bakal calon bupati di Kabupaten Lombok Timur, seluruh bakal calon memaparkan Visi dan Misi dan pendalaman isu yang berkembang di daerah.
Terpisah, setelah debat berlangsung dalam sebuah kampanye yang di gelar pasangan calon nomor urut 2 (Hairul Warisin-Edwin Hadiwijaya) memicu kontroversi setelah menyebut Paslon bupati lain “Bodoh”.
“Calon calon lain yang disamping saya semuanya ternyata tidak faham, mereka semua “Bodoh”, katanya pada kampanye yang digelarnya di hadapan para pendukungnya
Lebih jauh Iron menceritakan pengalamannya pada debat beberapa waktu lalu, ia juga mengatakan calon lain Bodoh, dan tidak faham terkait isu dan masalah Pupuk.
Ia juga mengatakan jika terpilih akan melakukan koordinasi ke menteri, agar kelangkaan dan mahalnya pupuk bisa di negoisasi, demi terciptanya kenyamanan di tengah masyarakat yang mayoritas petani.
“Nanti jika terpilih kita akan lakukan negoisasi ke mentreri, agar bisa diberikan kemudahan, baik harga maupun kuota.”tutupnya.
Terpisah, diketahui, Mentri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat diwawancara menyatakan dengan tegas, pupuk sudah mutlak, dan tidak bisa di ganggu gugat, melalui akun Tiktok @kanjengsolo pupuk sesuai APBN tahun Lalu, 4,7jt ton. Dan Presidan menaikkannya menjadi 9,55jtton.
“Untuk tahun depan, Bapak Presiden sudan membuat keputusan mutlak jika kuota pupuk ditingkatkan dua kali lipat menjadi 9,55 juta ton,” ungkapnya. (**)






