Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB meningkat dari posisi 32 menjadi posisi 30 dari 34 Provinsi di Indonesia. Walaupun IPM NTB berada di posisi 4 terbawah, namun peningkatan gizi, peningkatan kesehatan, dan peningkatan IPM NTB termasuk yang tercepat di seluruh Provinsi di Indonesia

MATARAM, CR- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi NTB, Hj.Erica Zainul Majdi membuka dan menjadi keynote speech dalam acara Nutrition For Future Investment (NFFI) Expo, Kamis (14/4/2016). Acara yang berlangsung di Atrium Lombok Epicentrum Mall ini mengangkat tema Better Nutrition For Better Nation dihadiri oleh Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mataram H. Awan Darmawan, S. Pd, M. Kes dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB drg. Eka Junaidi.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj.Erica Zainul Majdi menganggap acara ini sangat penting karena kasus gizi buruk masih ada di Provinsi NTB. TP. PKK memiliki 10 program yang mendukung program-program pemerintahan, namun disempitkan menjadi 3 hal, yaitu perbaikan gizi, perang terhadap pornografi dan narkoba, serta predator anak.
Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB meningkat dari posisi 32 menjadi posisi 30 dari 34 Provinsi di Indonesia. Walaupun IPM NTB berada di posisi 4 terbawah, namun peningkatan gizi, peningkatan kesehatan, dan peningkatan IPM NTB termasuk yang tercepat di seluruh Provinsi di Indonesia.
“Jika ingin mencegah kematian ibu, intervensi dengan program 1000 Hari Pertama Kehidupan dianggap sudah terlambat. Berdasarkan pendapat pakar mikronutrient, mencegah kematian ibu dan kurang gizi pada anak harus dimulai dari masa remaja. Karena untuk menghasilkan generasi yang sehat harus dilahirkan dari ibu dan ayah yang sehat,” ujarnya.
Anak kurang gizi khususnya yang memasuki usia sekolah tidak hanya dapat dilihat dengan kasat mata, namun perilaku tidak disiplin, suka mengganggu teman, dan tidak suka dengan pelajaran tertentu matematika boleh jadi bagian dari tanda-tanda anak yang kurang gizi. “Jadi, anak kurang gizi tidak melulu dilihat dari anak yang sakit-sakitan, tetapi dapat dilihat dari perilaku sehari-hari,” jelasnya. Erica mengajak para ibu-ibu dan bapak-bapak untuk menyediakan makanan sehat daripada membiarkan anak jajan sembarangan. Ia menyampaikan beberapa makanan yang memiliki nilai gizi tinggi dan harganya murah, seperti bayam, singkong, dan ubi ungu.
“Jika saja ibu-ibu di NTB ini menyediakan ubi ungu dan singkong sebagai camilan keluarga, maka anak-anak NTB dapat tumbuh dengan sehat. Saya pikir banyak bahan makanan di sekitar kita yang punya nilai ekonomis dan nilai gizi tinggi untuk diberikan pada anak-anak kita,” himbaunya.
Erica juga mengajak mahasiswa Poltekkes Mataram untuk membuat buku tentang kreasi makanan bergizi dengan bahan-bahan yang harganya murah dan mudah diperoleh, yang nantinya buku tersebut disebarluaskan kepada masyarakat NTB. Penting untuk menempel poster di sekolah-sekolah yang berisi manfaat makanan sehat dan brosur tentang dampak negatif dari jajan sembarangan.
“Jika saja informasi praktis seperti itu tersampaikan dengan baik kepada anak-anak, maka anak-anak menjadi anak-anak yang sadar gizi,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Erica menyampaikan investasi yang paling signifikan manfaatnya adalah investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Jika manusianya sakit-sakitan, maka akan menjadi beban bagi Negara. “Investasi tidak melulu tentang pembangunan infrastruktur tetapi investasi SDM. SDM yang tidak sehat akan menjadi beban bagi negara. Padahal SDM yang sehat dapat berkontribusi pada pembangunan NTB. Semoga acara ini dapat bermanfaat untuk menghasilkan generasi muda NTB yang sadar gizi dan sehat lahir batinnya,” pungkasnya.
Novia Zuriatun Solehah selaku Ketua Panitia NFFI Expo menyampaikan pameran ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Poltekkes Kemenkes Mataram yang ke-14. Dalam laporannya Novia Zuriatun menyampaikan tujuan dilaksanakannya pameran adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya panganan yang bergizi demi menghasilkan generasi yang sehat.
“Melalui acara ini, kami ingin menjadikan pangan dan gizi sebagai investasi untuk membangun masa depan yang sehat dan berprestasi,” harapnya.
Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram H. Awan Darmawan, S. Pd, M. Kes dalam sambutannya menyampaikan pameran ini adalah yang pertama diadakan di Epicentrum dan pertama di hadiri oleh Ketua TP. PKK Provinsi NTB. Ia mengatakan Poltekkes siap menjadi mitra Pemerintah Provinsi NTB dalam mengatasi masalah kesehatan.
“Dengan sarana dan prasarana yang ada di Poltekkes, Kami siap menjadi mitra dalam membangun peningkatan kesehatan di Provinsi NTB,” ujarnya.
Di akhir acara, Hj.Erica Zainul Majdi beserta Kepala Dinkes dan Direktur Poltekkes Mataram mengunjungi stand pameran yang berisi stand masalah gizi, stand Antropometri, stand penyelesaian masalah gizi, stand menu seimbang dalam daur kehidupan, stand konseling gizi, stand ASI eksklusif dan aksi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), stand ketahanan pangan, kuliner dan teknologi pangan. (Afif)

