Ini Pesan Bupati saat Peletakan Batu Pertama Ponpes Shirotul Khair

 

 

LOMBOK TIMUR – Kabupaten Lombok Timur mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di tengah kondisi ekonomi nasional dan global yang sedang sulit. Capaian ini berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan disampaikan langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Yayasan Shirotul Khair Ambung di Masbagik Timur, Sabtu (6/6).

Bupati mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi tertinggi untuk wilayah Pulau Lombok berada di Lombok Timur dengan capaian 7 persen di luar sektor tambang. “Kabupaten Sumbawa Barat memang mencatat pertumbuhan hingga 30 persen, namun itu dipicu oleh sektor industri atau smelter emas PT Amman Mineral. Sementara di Lombok Timur, penggerak utamanya adalah sektor pertanian,” jelasnya.

Sehubungan dengan capaian tersebut, Bupati mengimbau seluruh masyarakat agar memberikan informasi yang jujur dan apa adanya saat didatangi petugas BPS. Data kondisi ekonomi keluarga, seperti persentase penduduk miskin ekstrem, miskin, dan tidak miskin, akan digunakan pemerintah untuk mengukur dan menentukan prioritas kebijakan pembangunan ke depan. Ia meminta masyarakat tidak memberikan data yang tidak akurat agar perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran.

Di sektor pendidikan, Bupati mengakui peran penting para tokoh agama dan ulama, mengingat Lombok Timur memiliki banyak sekolah swasta, baik berbasis pondok pesantren maupun sekolah umum. Menurutnya, tanpa semangat dari para ulama untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan, kondisi masa depan masyarakat Lombok Timur akan sangat memprihatinkan.

Pemerintah daerah, lanjut Bupati, terus berupaya memenuhi fasilitas sarana dan prasarana pendidikan. Jumlah sekolah di Lombok Timur mencapai ribuan, baik negeri maupun swasta. “Untuk tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah sederajat saja jumlahnya sudah mencapai ratusan,” ujarnya.

Pemerintah pusat juga memberikan perhatian besar melalui revitalisasi seluruh sekolah di Indonesia, dan Lombok Timur mengikuti langkah serupa. Bupati menambahkan bahwa seluruh proposal yang diajukan pondok pesantren telah diberikan bantuan. “Insyaallah, termasuk Yayasan Al-Khair yang anggarannya sudah siap,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati yang hadir langsung di lokasi berjanji akan menyalurkan bantuan semen pada hari Senin bagi Yayasan Shirotul Khair Ambung. Ia juga memberikan apresiasi kepada semua Tuan Guru yang tidak pernah surut semangatnya dalam membina pendidikan di Lombok Timur.

Acara peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Timur, Pengurus Yayasan Shirotul Khair Ambung, para Tuan Guru, kepala desa, serta masyarakat setempat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *