oleh

Ikhtiar Tim Satgas Perlindungan PMI Lotim, Yuli Handayani Berhasil Dipulangkan

banner 300500

Yuli Handayani seorang Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Desa Suralaga berhasil dipulangkan dari tempat kerjanya di Abu Dhabi setelah sembilan bulan diperjuangkan oleh Tim Satgas perlindungan PMI Kabupaten Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR,Corongrakyat.co.idSetelah Sembilan Bulan di Perjuangkan Oleh Satgas Perlindungan PMI Lombok Timur termasuk Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Dinas Ketenagakerjaan dan para pemerhati yang dalam Satgas perlindungan PMI. Akhirnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) Yuli Handayani asal Desa Suralaga yang mengalami perlakuan tidak baik di negara tempat bekerja (Abu dhabi) hari ini sampai di Lombok Timur. Tepatnya di kantor Disnaker kabupaten Lombok Timur pada hari Selasa, 15/06/2021.

Ahmad Wardi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Timur menyampaikan  bahwa pemulangan PMI tersebut berkat kerjasama dari pihak Satgas. Adapun terkait biaya keseluruhan dari pemulangan, pengobatan, makan dan sebagainya ditanggung oleh pihak sponsor yang telah memberangkatkannya.

“Alhamdulillah pemulangan Yuli Handayani dari Abu Dhabi ke Lombok sepenuhnya pihak sponsor yang bertanggungjawab sampai PMI dipastikan tiba di tujuan dan ini berkat kawan-kawan SBMI dan Tim Satgas Lainnya,” Ungkapnya.

Adapun Jumlah biaya yang di keluarkan untuk pemulangan PMI tersebut sebesar 30 juta yang bersumber dari dua sponsor. masing-masing mengeluarkan biaya sebanyak 15 juta.

Sementara itu, Yuza selaku Kuasa Hukum SBMI menyampaikan, upaya yang dilakukan Tim Satgas Perlindungan PMI Lombok Timur bersama Bidang Penempatan  Disnakertrans Lombok Timur  untuk memulangkan Yuli Handayani ke kampung halamannya selama sembilan bulan akhirnya berjalan sesuai harapan.

” Hari ini Tim Satgas bersama disnaker Lombok Timur menyerahkan Yuli Handayani ke keluarga” Ujarnya.

Yuza menambahkan, Yuli sudah sampai ke Lombok Timur dengan selamat walaupun dalam keadaan tidak sehat karena menurut pengakuannya Yuli Handayani dirinya sempat disiksa oleh majikannya dan penyelesaian tanggung jawab yang dilakukan oleh Oknum Tekong yang berinisial HH Sudah terselesaikan.

Masih kata Yuza, Masalah pembiayaan kepulangan Yuli Handayani sudah diselesaikan sesuai kesanggupan tekongnya tetapi bukan kasusnya, karena ini merupakan tindak pidana perdagangan orang yang melanggar  UU No. 21 tahun  2007.

“Persoalan kasus perdagangan orang, itu tugas APH untuk menyelesaikannya,” Tutupnya.