IAIH Hamzanwadi Pancor Latih Masyarakat Kelola Sampah

Seminar dan
Seminar dan Workshop Communityengagment dengan tema Pemanpaatan sampah bagi usaha kecil menengah di masyarakat oleh IAIH Pancor

Lombok Timur, Corong Rakyat– Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor melalui Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIH, Rabu (03/02/2016) memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Sakra terkait dengan pengelolaan sampah untuk bisa di jadikan suatu kreatifitas

Hal tersebut dilakukan dengan mengadakan Seminar dan Worskhop COMMUNITY ENGAGMENT dengan tema pemanpaatan sampah bagi usaha kecil dan menengah di masyarakat yang berlokasi di kantor Lembaga Avesina Institut di Desa Songak Kecamatan Sakra yang di hadiri oleh kepala sekolah PAUD beserta guru yang ada di sekitar Kecamatan Sakra,

Lalu Muhammad Hariadi selaku inisiator acara Seminar dan Worskhop tersebut mengungkapkan bahwa sampah merupakan salah satu masalah yang dihadapi masyarakat dan pemerintah saat ini, lebih- lebih di era modern yang masyarakat lebih senang dengan serba instan, sehingga diharapkan dengan acara seminar dan worskhop tersebut ada skill atau keterampilan di dalam masyarakat untuk menanggulangi sampah,

“Dengan acara ini masyarakat nantinya akan diajarkan untuk bagaimana mengelola sampah, terutama sampah plastik yang saat ini sampah menjadi salah satu problematika di dalam masyarakat kita di Lombok Timur,” ungkapnya ketika di wawancarai oleh wartawan Corong Rakyat.

Sementara itu Abdul Hadi selaku Ketua LP2M IAIH Hamzanwadi Pancor mengungkapkan bahwa di era saat ini, masyarakat dihadapkan dengan era Masyarakat Ekonomi Asean  (MEA) dimana skill dan kreatifitas sangat di butuhkan untuk bisa menghadapi persaingan yang terjadi di zaman modern ini.

“Zaman moderen saat ini apalagi di hadapkan dengan  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka perlu masyarakat mempunyai skill dan keterampilan untuk bisa bersaing menghadapi perkembangan zaman yang saat ini terjadi,” ungkapnya

Abdul Hadi juga berharap agar para peserta yang di dominasi oleh kaum wanita ini untuk bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, agar nantinya mempunyai keterampilan dan tidak sia- sia mengikuti pelatihan tersebut.

 

Dalam Seminar dan Worskhop yang di support oleh Kementrian Agama RI tersebut di mulai sekitar jam 09.00 sampai 17.00 dan para peserta diajarkan cara untuk membuat kerajinan dari plastik bekas, praktik mengelola tomat menjadi jajanan dan praktik pembuatan piring dari lidi. (Met)