Dinas Perdagangan Lombok Timur menyebut memasuki musim penghujan saat ini belum berdampak signifikan terhadap kenaikan harga komoditas Sembako.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Musim Hujan yang terus mengguyur wilayah Lombok Timur, hinngga mengancam hasil produksi petani lantaran areal persawahan terendam menjadi ancaman bagi ketersediaan bahan pangan masyarakat.
Akan tetapi, hal itu saat ini disebut oleh Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, L Dami Ahyani belum berdampak terhadap stabilitas harga pangan di pasaran.
“Kalau naik pun paling hanya berkisar antara, Rp200 sampai Rp300, itu masih wajar dan normal,” katanya (17/11/2022).
Masih kata dia, naik dan turunnya harga komoditas merupakan hal yang biasa, sesuai hukum pasar, selama harga tidak melebihi harga standar yang telah ditentukan oleh pemerintah, khususnya pada komoditas sembilan bahan pokok (Sembako).
“Kalau kita temui adanya kenaikan harga yang jauh melampaui harga yang sudah di tetapkan baru kita tindak dan lakukan operasi pasar,” ujarnya.
Adapun yang perlu diingat kata lalu Dami, jika ada peningkatan stok barang pasti akan mempengaruhi harga. Namun pihaknya tidak bisa memperkirakan berapa kenaikan ataupun penurunan harga per setiap komoditas.
“Karena kita nunggu juga ketika orang menjual nanti di pasar baru kita bisa hitung berapa kenaikannya,” bebernya.
Dari itu, dia tetap berharap semua komoditi yang ada di kabupaten Lombok Timur tetap stabil, terlepas dari kenaikan BBM beberapa waktu lalu, agar tidak terlalu berdampak terhadap inflasi di daerah.
“Namun saat ini, yang paling berpengaruh pada inflasi di daerah berdasarkan informasi, saat kita melakukan zoom meeting beberapa waktu yang lalu dengan pusat yaitu komoditi beras,” tandasnya. (Pin)

