Lombok Tengah |Corongrakyat.co.id —Eka Aprianto sudah menggeluli dunia usaha dan bisnis sejak dia menduduki bangku perkuliahan. Namun, ekspor perdananya sejak dia berumur 23 tahun dan terus digeluti sampai sekarang.
Melalui perusahaan yang dibuat olehnya, anak muda asal Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat itu tahun ini mengirim beberapa kontainer yang berisi biji kopi Lombok ke luar negeri.
“Bulan Juli kemarin, saya kedatangan tiga pembeli dari luar negeri untuk mengecek kualitas biji kopi dan citra rasanya yang ada di Nusa Tenggara Barat, dan alhamdulillah ada satu pembeli sudah melakukan transaksi dan bulan Agustus ini bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, saya sudah kirim kopinya 1 kontainer 1×20 feed. Sisanya sudah melakukan pembayaran DP dan sisanya masih negosiasi. Saya berharap pembeli dari luar negeri suka dengan kekhasan rasa kopi di NTB ini”. Ujar Eka
Kualitas biji kopi NTB masih tergolong jauh dibandingkan dengan pulau Jawa dan Sumatra. Banyak petani di sana sudah mengetahui banyak tentang kualitas biji kopi mulai dari perbedaan grade, proses dan juga tipenya.
Eka mengatakan “Dibandingkan dengan Jawa dan Sumatra, petani kopi kita di NTB ini masih tergolong awam. Sebab, mereka belum mengetahui banyak tentang dunia kopi seperti perbedaan grade, macam-macam prosesnya dan lain-lain. Mereka hanya tahu sekali panen atau mereka sebut “petik rut”. Sehingga, kualitas yang dihasilkan juga tidak sebagus petani-petani di Jawa dan Sumatra. Kita di NTB ini membutuhkan kolaborasi bersama banyak stakeholder khususnya pemerintah melalui dinas-dinas terkait untuk mengedukasi para petani kita agar bisa meningkatkan kualitas sehingga bisa menggenjot nilai ekspor di setiap tahunnya”. Lanjutnya.

