Lombok Timur, Corongrakyat.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) V Forum Kerjasama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lombok Timur kembali menjadi pusat perhatian dunia pesantren.
Ajang lima tahunan yang berlangsung di aula Kemenag pada hari Rabu, (19/11/2025) ini menghadirkan pertarungan sengit antar tokoh besar pondok pesantren, yang sejak awal memicu dinamika hangat hingga jelang pemungutan suara.
Awalnya, lima nama beken muncul sebagai kandidat bakal calon ketua, yakni DR. TGH. M. Fikri, MA, Ust. Saparuddin, S.Ag, TGH. Muhayyan, Ust. H. Husni Mubarok, dan Ust. H. Supnawadi.
Kelima tokoh tersebut dikenal sebagai figur berpengaruh di dunia pesantren Lombok Timur, sehingga sejak awal kompetisi diperkirakan berlangsung ketat.
Namun drama tak terhindarkan ketika jelang pleno penetapan calon, dua kandidat memilih mundur dari bursa pencalonan, yakni Ust. H. Husni Mubarok dan Ust. Saparuddin, S.Ag.
Keputusan yang mengejutkan peserta Musda itu langsung mengubah peta pertarungan dan menyisakan tiga sosok yang akhirnya resmi ditetapkan sebagai calon, yakni DR. TGH. M. Fikri, MA (representasi organisasi NW), TGH. Muhayyan (representasi organisasi NWDI), H. Supnawadi atau Adi Husada (poros tengah).
Suasana ruang pemilihan memanas saat proses pemungutan suara dimulai. Panitia mengawasi ketat jalannya pemilihan yang disaksikan langsung para kiai, pengasuh pesantren, hingga tokoh masyarakat.
Ketegangan baru mereda ketika penghitungan suara selesai dilakukan.
Hasilnya, DR. TGH. M. Fikri, MA keluar sebagai pemenang telak dengan 87 suara, mengungguli dua pesaingnya, yakni TGH. Muhayyan memperoleh 61 suara dan H. Supnawadi memperoleh 9 suara.
Total suara sah tercatat 157 suara, menjadikan kemenangan Fikri cukup dominan di antara konstituen FKSPP.
Usai ditetapkan sebagai Ketua FKSPP Lombok Timur periode 2025–2030, TGH. M Fikri langsung menyampaikan pidato singkat yang disambut tepuk tangan hadirin.
Ia menegaskan bahwa amanah besar ini tidak hanya menjadi kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh pesantren di Lombok Timur.
“InsyaAllah dengan semangat kebersamaan kami akan membawa amanah ini untuk kemajuan bersama menuju pondok pesantren yang ada di Lombok Timur lebih maju dan lebih sejahtera,” tegasnya.
Fikri juga menekankan komitmennya memperjuangkan hak-hak pesantren, meningkatkan kesejahteraan pengajar dan santri, memperkuat kolaborasi antar lembaga, serta menghadirkan FKSPP yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
Dengan terpilihnya nakhoda baru ini, dunia pesantren Lombok Timur kini menanti berbagai terobosan, konsolidasi besar, serta arah baru perjuangan FKSPP dalam lima tahun ke depan. (CR-Max)





