
Lombok Timur, CR- Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Partai Golkar Kabupaten Lombok Timur. Daeng Paelori, SE. Memastikan bahwa pada Munas Partai Golkar yang akan digelar dalam waktu dekat tetap mengusung Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Riau, Abu Rijal Bakri ( ARB ) menjadi Ketua Dewan Pembina Partai.
Menurut politisi senior Partai Golkar ini, sosok ARB merupakan sosok negarawan, hal ini dilihat dari sikap legowonya menggelar Munas bersama, dan rela melepas jabatannya menjadi Ketua Umum demi kemaslahatan partai belambang beringin, hal itu ditegaskan Daeng saat ditemui di kediamannya Labuhan Haji. Sabtu ( 20/2).
“ Kita tidak condong lagi, namun kita dukung beliau ( ARB, red ) menjadi Ketua Dewan pembina,” tegas Daeng Paelori yang menjabat sebagai Wakil ketua DPRD Lotim..
Hal lain yang menarik dari sosok ARB, Lanjut Wakil Ketua DPRD ini, dalam hal menyelesaikan konflik internal partai, ia selalu mengambil jalan tengah, seperti proses hukum di pengadilan, menghindari cara-cara kekerasan. Dari cara ARB menyelesaikan masalah yang lebih condong menggunakan cara-cara konstisional menunjukkan bahwa ARB merupakan negarawan dan politisi sejati.
Bagi DPD se-Indonesia. Sikap ARB ini merupakan pembelajaran yang berharga, bahwa seyogyanya menjadi politisi harus mengajarkan anggota partai dan anggota masyarakat, menyelesaikan masalah melalui institusi hukum yang sudah disediakan negara.
“ Menurut saya, penting seperti beliau diposisikan ditempat yang layak,” ujarnya.
Terkait dengan bursa calon Ketua Umun DPP Partai Golkar yang sudah beredar di media massa, seperti Mantan Wakil Ketua DPR RI Prio Budi
Santoso, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, Mantan Ketua Komisi III DPR RI Azis Samsudin dan Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto,
nama-nama tersebut merupakan kader terbaik Partai berlambang Beringin saat ini.
Selain terbaik, sosok beberapa kader ini sudah teruji dipentas perpolitikan nasional, dan nama-nama mereka selalu mengiasi pemberitaan di media massa.
Terkait adakah keputusan internal DPD untuk menentukan dukungan sejak dini, Daeng mengatakan bahwa, hal tersebut belum pernah didiskusikan
di internal partai.
“Selain sosok ARB yang akan diajukan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai, kita belum ada yang menjurus kepada salah satu sosok,” Kata Daeng.
Namun saat Koran ini mengajukan nama Prio Budisantoso dan Setya Novanto menjadi yang trend pemberitaan media nasional, Daeng mengatakan
bahwa kedua sosok tersebut sangat berpotensi memimpin Partai Golkar kedepan, termasuk Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham.
Sedangkan terkait dengan issu penambahan penguatan Kewenangan Dewan Pembina Partai, menurutnya hal tersebut perlu dilakukan, sehingga potensi Fraksi di Partai kedepan bisa diminimalisir, termasuk penguatan Kewenangan Mahkamah Partai.
Pada Kesempatan itu juga, Daeng membeberkan persetujuannya tentang Partai Golkar bergabung dengan pemerintah, karena didalam Doktrin partai Golkar, ada Istilah Karya Kekaryaan, untuk mewujudkan hal tersebut, hanya bisa dilakukan dengan bergabung dengan pemerintah dan menghindari sikap oposisi.
“ Sebelumnya juga ada perbedaan pendapat di internal partai terkait kebijakan oposisi yang diambil Ketua Umum,” Jelasnya.(Mj)

