Dipinang Jadi Cawabup, Daeng Hajir Hasan Enggan Ikut Pilkada Lotim

H. Hajir Hasan
H. Hajir Hasan

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya, nama H. Hajir Hasan selalu muncul diperbincangkan sebagai salah satu figur. Beberapa calon lain selalu mendatangi pengusaha Nasinoal ini untuk dipinang  sebagai pasangan.Namun keputusan yang diambil tetap tidak berubah seperti sebelumnya. Saat ditemui di kediamannya di Desa Labuhan Lombok H. Hajir hanya tersenyum ketika dikonfirmasi mengenai namanya yang beredar disebut sebagai salah satu penentu kemenangan salah satu pasangan pada Pilkada Lotim.Sebab, bukan hal yang baru baginya jika setiap menjelang Pilkada dirinya kerap disebut-sebut akan berpasangan dengan tokoh yang sudah lama muncul. “Ah saya belum berfikir kearah sana,” jawabnya singkat.

Pengusaha hasil laut terbesar di NTB ini mengakui jika pada tahun-tahun sebelumnya dirinya kerap dilamar oleh beberapa figur untuk mau ikut mencalonkan diri di Pilkada Lotim.

Bahkan figur yang berkuasa sekarang dikatakan sudah menemuinya, namun pendiriannya untuk tidak ikut politik belum berubah.

“Belum lama ini sudah dua kali saya didatangi, namun belum saya berikan jawaban (nama figur disebut namun diminta tidak dipublikasikan),” terangnya datar.

Namun demikian, sebagai warga Lombok Timur dirinya siap jika diminta memberikan masukan untuk pengambilan kebijakan terkait persoalan nelayan dan kelautan. Dikatakan banyak potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum bisa dimaksimalkan oleh daerah.

“Pantai Losari di Makasar itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keindahan pantai di Lombok Timur ini, namun yang membedakan adalah penataan fasilitas publik saja,” ucap Hajir bersemangat.

Begitu juga dengan pemberdayaan nelayan, tokoh desa Labuhan Lombok ini melihat kebijakan Pemerintah Daerah tidak jelas arahnya, sehingga bantuan fisik maumpun pelatihan untuk nelayan sering tidak tepat sasaran akibat tidak dilibatkannya nelayan dalam menyusun program.

Program untuk nelayan tidak maksimal sebab program tersebut dibuat oleh orang yang tidak paham lapangan.

Hal lain yang menjadi pertimbangan H. Hajir untuk menahan diri tidak ikut pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati adalah prinsip dunia yang memebesarkan namanya, yakni bisnis sangat bertolak belakang dengan dunia politik.

Menurutnya, dalam bisnis komitmen dan kepastian sebagai modal utama majunya usaha yang dijalankan. Namun dalam dunia politik ketidakpastian itu adalah seni dan daya tarik yang ada didalamnya.

“Itulah salah satu alasan kenapa saya masih belum menerima pinangan figur-figur tersebut,” tarangnya.

Penolakan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah 2018 mendatang juga datang dari orang terdekat seperti anak dan istri. Begitu juga kerabat dekat menyarakan suapaya H. Hajir berpikir matang untuk memutuskan terjun ke politik prakstis.

“Masih banyak lahan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat selain menjadi Kepala Daerah,” ucap pak Mul kerabat H. Hajir.

Dikatakan Pak Mul yang juga tokoh Sepak Bola Lombok Timur ini, jika H. Hajir lebih baik memfokuskan diri membina dan memberikan perhatian kepada lembaga sosial seperti panti asuhan dan pendidikan yang saat ini sudah berjalan berkat binaannya.

Desakan untuk maju pada Pilkada Lombok Timur juga datang dari berbagai elemen lemaga swadaya masyarakat (LSM). Sebagai orang yang pernah mengerahkan massa dengan jmlah puluhan ribu saat melakukan demo di Kantor Koperasi Sinar Rinjani (KLP) Aikmel 10 tahun silam membuat namanya cukup dikenal oleh masyarakat. Namun desakan tersebut juga ditepis dengan halus.

“Malah saya sarankan supaya peristiwa 10 itu kita peringati dengan kumpul-kumpul bertukar fikiran,” terang pemilik CV Baura ini.

Pertemuan peringatan 10 tahun peristiwa pembubaran KLP tersebut akan dilaksakan dalam waktu dekat ini.(cr-met)