Dinas Perkim Lotim Terus Genjot Pembangunan RTLH

Dinas Perkim Lotim terus menggenjot pengerjaan RTLH. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pengentasan rumah tak layak huni bagi keluarga di Lotim.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lombok Timur terus menggenjot pengerjaan 223 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di 14 desa pada 7 kecamatan di Lotim.

Kepala Dinas Perkim Lotim, Purnama Hadi menyebutkan, sejauh ini dari 223 RTLH yang pembangunannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sharing Dana Alokasi Umum (DAU) itu sudah mencapai 80 persen.

“Sampai saat ini sudah 80 persen, target bulan September sudah rampung, sesuai kontrak fasilitator lapangannya,” jelasnya.

Masih kata Purnama, terdapat perbedaan antara RTLH yang dibangun tahun ini dengan sebelumnya, karena untuk tahun ini pengerjaannya bersifat utuh, berbeda dengan tahun sebelumnya sebatas rehabilitasi.

“RTLH tahun ini utuh kita kerjakan, dari itu per unit Rp35 juta. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya rehab, dananya pun hanya Rp20 juta,” paparnya.

Dijelaskan dia juga, di tahun ini selain RTLH yang bersumber dari DAK dan DAU, terdapat juga pembangunan RTLH yang dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui BSPS, sebanyak 367 unit pada 20 desa. Di mana pihaknya hanya bertugas sebagai pengawas di saat pengerjaan.

“Ada juga 367 unit RTLH yang dikerjakan oleh BSPS, di situ kami hanya selaku pengawas saja,” ujarnya.

Selain itu, terdapat juga 66 unit RTLH yang dikerjakan pada tahun ini melalui kerja Karya Bakti antara pihaknya dengan TNI melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Jerowaru.

Pembangunan RTLH di kawasan itu dalam rangka relokasi permukiman nelayan yang setiap tahun selalu tergenang banjir rob.

“Total yang akan dibangun 66 unit, karena di lokasi itu sering terjadi banjir rob, sehingga pemukiman nelayan harus direlokasi di awal tahun 2023 nanti,” tandasnya. (Pin)