Kapas Kota Raja Dongkrak PAD Melalui Retribusi Pasar

Demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi pasar, Kepala Pasar Kota Raja, LM. Subahul Herawadi terus berupaya tingkatkan pendapatan melalui retribusi hingga mencapai 30 persen dari tahun sebelumnya.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Mengingat Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung, sejumlah lapak di pasar Kota Raja dipindahkan untuk  meningkatkan jumlah pengunjung  sehingga berdampak pada pendapatan para pedagang yang ana sebelumnya kebersihan juga telah dimaksimalkan.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Pasar (Kapas) Kota Raja saat ditemui Corong Rakyat disela-sela kesibukannya di tengah pasar, Senin(16/12/2019).

“Kami merasakan ada peningkatan yang lumayan setelah perbaikan pasar. Karena sekarang jadi lebih bersih, lebih nyaman dan jumlah pengunjung meningkat, jika dipersentasekan pendapatan kami bisa sampai 19.825 .000 perbulan dimana sebelumnya hanya 16.000.000 per bulan,” ujar Kapas.

Diceritakannya, pada tahun pertama dia menjabat sebagai Kapas Kota Raja, inisiatif memindahkan lapak ke temapat bisa banyak menuai kontradiksi.

Namun demikian, setelah melakukan sosialiasi dan komunikasi melibatkan seluruh elemen yang ada ahirnya pemindahan lapak bisa dilakukan sebagai mana mestinya.

Para pedagang mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah atas peremajaan pasar mereka. Ia mengatakan, ada peningkatan omset dan pengunjung antara 20-30 persen dari sebelum dilakukan revitalisasi.

Menurut lelaki yang akrab disapa Dedi Gondrong itu, untuk lapak yang sekarang sudah sangat nyaman jika dibandingkan sebelum pemindahan meski masih ada beberapa pembenahan yang diperlukan seperti tempat parkir, listrik, dan lainnya.

Lebih jauh dia menuturkan memang masih dibutuhkan pembenahan seperti akses jalan oleh pemerintah daerah, dan juga fasilitas lainnya. Namun pedagang sudah mengakui bahwa kenyamanan saat pembeli berbelanja memang jauh lebih baik.

Kepala Pasar Kota Raja saat bercengkrama dengan pedagang. || Photo : Munawar Yusuf

Berharap supaya pasar lebih tertib dan nyaman, baik untuk pedagang dan pembeli, herwadi mengaku pihaknya rutin melakukan penertiban dan penataan untuk mewujudkan pelayanan publik kepada semua lapisan masyarakat saat berada di pasar tradisional.

“Dulu sebelum saya masuk pasar bisa di katakan peraktik jual beli hanya beroprasi sampai jam 10 , namun sekarang alhamdulillah bisa sampai jam 1 siang, tentu itu berdampak pada peningkatan kenaikan pendapatan pasar, dan pedagang” ujarnya

Adapun dari sisi keamanan kepala pasar kotaraja bekerjasama dengan masyarakat setempat selalu mengontrol barang pedagang dari sejak pedagang meninggalkan tempat daganyannya, sampai kembali lagi melanjutkan akrivitasnya di pasar.

Pria yang dikenal dekat dengan para pedagang itu bersyukur karna pada tahun 2020 mendatang, pemerintah daerah akan mengagarkan untuk perbaikan tempat parkir dan mengadaan karmar mandi sebanyak dua lokal.

Kinerja ini tentu di syukuri oleh para pedagang di kotaraja atas dasar sekarang ini pasar menyasar seperti yang di harapkan oleh pemerintah, kalau yang dulu ada beberapa los yang hanya ada gerobaknya saja, namun pedaganya tidak ada, sehingga sekarang setelah di atur sedemikian rupa, dan displin.

Adalah H Ridwan (64) seorang pedagang sembakau mengaku, dengan adanya tekhnis yang di atur oleh kepala pasar (kapas) menertibkan segala bentuk sistem oprasional yang ada di pasar kotaraja, mulai dari keaman,kenyaman dan kebersihan.

 “Orangnya kerja, kelihatan, satu los sekarang saya liat di jaga oleh 2 orang penjaga khusus dari selesai isya samapai mendekati waktu subuh, Saya saksiakan sendiri ketika dia sendiri hujan-hujanan membersikan got yang tersumbat oleh sampah, karena rumah saya kan dekat dengan pasar,”Ujar H. Ridwan.

H. Ridwan juga menambahkan “kepala pasar kota raja itu bermasyarkat, andaikan sewaktu-waktu, kita juga siap menjadi pendamping dia untuk hubungannya dengan kedareh untuk membuktikan kinerjanya,” Tutup H, Ridwan yang juga pensiunan tahun 2015 itu. (Cr-10)