oleh

Diduga Palsukan Ijazah, Ketua PKBM Handayani Akan Laporkan Oknum Calon Kawil

banner 300500

Salah seorang oknum calon Kawil di Desa Sukadana diduga memalsukan Ijazah Paket C, terkait itu Ketua PKBM Handayani akan melaporkan dugaan itu ke pihak berwajib, karena lembaga yang dipimpinnya dicatut dan nama baiknya dicemarkan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Proses penjaringan perangkat dan kepala wilayah (Kawil) di Desa Sukadana, Kecamatan Terara ternyata menyisakan persoalan, pasalnya salah satu dari pendaftar jabatan Kawil di desa itu diindikasikan melakukan pemalsuan dokumen berupa Ijazah Paket C dan mencatut nama lembaga Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Handayani Semaya, sebagai lembaga yang mengeluarkan Ijazah itu.

Menurut keterangan Ketua PKBM Handayani Semaya, Imran, S.Pd informasi terkait adanya indikasi pemalsuan Ijazah yang dikeluarkan lembaganya itu dilaporkan langsung oleh salah seorang warga Desa Sukadana, kemudian pihaknya langsung melakukan kroscek dokumen arsip lembaga yang dipimpinnya.

Benar saja setelah dilakukan kroscek, Ijazah Paket C yang dimiliki inisial “S” dikatakan Imran secara tegas jika Ijazah tersebut palsu, dan sangat keberatan atas peristiwa itu, karena disamping itu juga secara otomatis nama lembaga yang dipimpinnya dicatut secara tidak bertanggungjawab, dari itu dirinya memastikan jika pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Kami selaku Ketua PKBM Handayani Semaya langsung menindaklanjuti informasi yang kami dapat itu, kami langsung memeriksa semua data yang kami punya untuk mengetahui kepastian, ternyata nama inisial “S” tidak terdata di lembaga kami, apalagi pernah mengikuti ujian,” kata Imran, Selasa (05/01/2020).

Reaksi keras atas indikasi pemalsuan Ijazah yang dilakukan oleh “S” juga datang dari Ketua Forum Komunikasi (FK) PKBM Lombok Timur (Lotim) Usman, S.Pd.

Dengan nada keras, Usman mengatakan dugaan tindakan pemalsuan ijazah itu telah mencoreng lembaga PKBM secara umum, serta melanggar Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Permendikbud yang mengatur tentang hal itu.

“Dugaan tindakan ini jelas mencoreng PKBM, dan tentu perbuatan melawan hukum karena melanggar Undang-undang Sisdiknas, PP No. 17 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Permendikbud. Kami ada bukti berupa foto copy dari Ijazah yang kami duga palsu, dari itu kami juga tentu akan mendampingi PKBM Handayani untuk ke ranah hukum,” tegasnya.

Terkait keterangan Ketua PKBM Handayani dan Ketua FK PKBM Lotim itu, media ini mencoba menghubungi panitia penjaringan perangkat desa dan Kawil Desa Sukadana. Sebab berdasarkan sumber yang tidak ingin disebut identitasnya, oknum inisial “S” itu sempat dinyatakan lolos seleksi, tapi kemudian diberhentikan dengan alasan cacat administrasi oleh panitia.

Hanya saja ketika media ini mencoba untuk menghubungi panitia tersebut, guna memastikan kebenaran informasi yang diterima, nomor kontak panitia yang didapatkan oleh media ini tidak dapat dihubungi. (Cr-Pin)