oleh

Diberikan Bantuan Oleh Bupati untuk Berobat, Uang Raib di Tangan Ajudan

banner 300500

Oknum ajudan Bupati Lombok Timur inisial (H) dinilai tidak amanah dalam menjalankan perintah Bupati karena bantuan yang diberikan kepada salah seorang warga untuk biaya pengobatan keluarganya di serahkan kembali kepada oknum ajudan Bupati tersebut, setelah Warga yang bersangkutan disuruh menandatangi kwitansi.

LOMBOK TIMUR,Corongrakyat.co.id – Salah Seorang Warga bernama H. Yahya Muhammad (60) Tahun asal Bimbi, Desa Rensing Raya, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur merasa kecewa dengan sikap salah seorang oknum ajudan Bupati Lombok Timur inisial H yang dinilai tidak amanah dalam menjalankan Tugasnya. Pasalnya, menurut pengakuan H.Yahya bantuan sejumlah uang yang diberikan Bupati pada tahun 2020 yang lalu untuk biaya berobat istrinya harus rela dikembalikan kepada salah seorang oknum ajudan Bupati dengan alasan salah diberikan. Padahal H.Yahya sudah disuruh untuk menandatangani kwitansi oleh oknum ajudan tersebut.

Ditemui wartawan corongrakyat.co.id di kediamannya pada hari Rabu, 17/02/2021. H. Yahya menceritakan bagaimana kronologis atas dasar apa dirinya meminta bantuan, bagaimana Ia mendapatkan bantuan dan mengapa bantuan dari Bupati tersebut hanya singgah sementara di tangannya.

H. Yahya menuturkan, berawal dari kondisi istri nya yang sakit-sakitan membuatnya sering keluar masuk rumah sakit, dari puskesmas sampai RSUD. Di hadapkan dengan kondisi seperti itu, Ia merasa sudah tidak mampu lagi untuk membawa istrinya ke rumah sakit dikarenakan faktor ekonomi untuk membayar biaya pengobatan.

“Dengan kondisi yang seperti ini saya merasa bingung sudah tidak tau harus bagaimana lagi,” Katanya.

Ia menambahkan, akhirnya pada saat itu tanggal 01 mei 2020. Dirinya mendapatkan inisiatif untuk menghubungi Bupati Lombok Timur melalui sebuah pesan WhatsApp dengan harapan bisa mendapatkan solusi dari dengan kondisi yang di alaminya.

Dalam percakapan tersebut h. Yahya meminta waktu untuk bersilaturahmi dengan bupati. ” Assalamualaikum kak tuan berembe kabar, bisa tiyang menghadap besok pagi jam 6 pagi ke rumbuk. Tiyang H. Yahya Ahmad Rensing,” Tanya H.Yahya kepada Bupati via Whatsapp.

Dalam Pesan yang ditunjukkan H. Yahya kepada Corongrakyat, Bupati membalas pesan H. Yahya” Ke pendopo jam 08:00 nggih. Terimakasih,” Jawab Bupati.

Keesokan harinya H.yahya pun bergegas menuju pendopo dan bertemu dengan bupati sekitar pukul 08:15 menit.
Menurut keterangan H.yahya dalam percakapannya dengan Bupati dirinya menyampaikan keluhannya terkait kondisi istrinya yang sakit-sakitan dan tidak mempunyai uang lagi untuk di bawa ke rumah sakit.

Masih kata H. Yahya, setelah berbicara panjang lebar bupati masuk ke dalam dan memanggil salah satu ajundannya.,”Pada saat saya mau bergegas untuk pulang saya di panggil oleh ajudan inisial H dan disuruh untuk menandatangi kwetansi dan saya di berikan uang sebesar 25 juta rupiah.

Menurut H.Yahya karena pengaduan awalnya menceritakan tentang kondisi yang menimpa keluarga nya yang sakit dan tidak punya uang untuk berobat sehingga dengan jiwa mulianya seorang bupati Lombok Timur memberikan bantuan dengan sejumlah uang tersebut.

“Karena saya masyarakat Lombok Timur, jadi wajar kalau Bupati merasa peduli dengan rakyatnya. Hanya saja ada seorang oknum ajudan yang tidak amanah dalam menjalankan perintah Bupati,” Sesalnya.

H. Yahya menambahkan ketika dirinya sudah menerima uang tersebut. Ia pun di gandeng Bupati sembari ditanya Bupati ” Pelungguh mau pulang kak tuan,” Tanya Bupati.

“Enggih,” jawab H.Yahya.

Bupati kembali berkata kepada H.Yahya,” Hanya itu yang bisa kami bantu, semoga bisa bermanfaat,” Kata Bupati.

H. Yahya kembali menceritakan bagaimana uang yang diberikan itu tidak jadi di bawa pulang. Dirinya mengatakan, setelah berpisah dengan Bupati, salah seorang ajudan Bupati inisial H memanggilnya untuk kembali.

“Ketika saya mau pulang saya dipanggil sama ajudan Bupati. Setelah saya menghampiri ajudan tersebut. Uang yang saya terima tadi diambil kembali dengan alasan salah diberikan. Sedangkan kwetinsi nya sudah saya tandatangani. Akhirnya uang itu saya berikan dan saya pulang tanpa membawa uang sepeserpun,” Tutur H.Yahya.

Setelah kejadian tersebut, H. Yahya pun merasa malu untuk kembali menemui bupati untuk menanyakan tentang bantuan tersebut.

“saya merasa tidak enak untuk menemui bupati lagi untuk bertanya pada waktu itu. Karena menurut saya, Bupati telah memberikan seperti itu. Saya sudah tidak tau mau bicara apalagi lagi. Rasanya Ajudan inilah yang tidak amanah dalam menjalankan perintah Bapak Bupati,” Imbuh H.Yahya yang juga pernah menjadi anggota kordinator pemenangan pasangan Sukma kecamatan Sakura Barat itu.

Lebih jauh H.Yahya mengatakan dengan hati nurani Bupati Lombok Timur yang begitu mulia ingin membantu masyarakatnya, namun harus tersandung oleh sikap ajudannya yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya.

” Kami berharap Bupati bisa memahami kondisi di dalamnya. Saya yakin ajudan inilah yang tidak amanah. Apa yang saya sampaikan Ini bukan cerita dongeng, Saya sendiri selaku korbannya, memang begitu adanya dan saya siap memberikan keterangan kepada siapapun jika itu diperlukan,” Tegas H. Yahya.

Dirinya tak berhenti berharap dengan kondisi istrinya yang sering sakit, bisa mendapatkan bantuan sekedar untuk biaya pengobatan.

Sementara di tempat terpisah, ketika dikonfirmasi via Whatsapp Ajudan inisial H mengatakan kepada media corongrakyat, Coba tanyakan ke yang bersangkutan (H. Yayhya) sama siapa ke pendopo menerima uang itu.

“Maaf kita tidak bodoh, kami normal tau adab dan akhlak kepada masyarakat,” Ujarnya. Kamis, 18/02/2021.

Ia juga mengatakan, membuat semua orang senang atau menyenangkan semua orang itu sesuatu hal yang mustahil., “Kalau berusaha mencari Ridha Allah SWT untuk mencintai kita itu menguntungkan, kalau berepot repot mencari kecintaan manusia, mencari kebenaran manusia itu biasa akan kecewa dan tidak akan membawa kebaikan,” Imbuhnya.

Lebih jauh ketika ditanya tentang ketidakbenaran tuduhan tersebut, Dirinya hanya membalas dengan simbol jempol. (Cr-wenk).