CSR Perusahaan Belum Optimal, Disnaker Lotim Akan Bentuk Tim Fasilitasi

Realisasi alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) masih belum optimal bagi masyarakat. Dari itu Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Timur (Lotim) akan bentuk tim fasilitasi.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Berdasarkan keterangan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial (HI), Disnaker Lotim, Mulki, jumlah perusahaan yang beroperasi di Gumi Patuh Karya mencapai 1023 perusahaan, namun dalam pelaksanaan kewajibannya untuk menyalurkan CSR sesuai amanat dari undang-undang masih belum maksimal.

“Di Lombok Timur terdapat 1023 perusahaan, sesuai aturan di Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 besaran CSR tiap perusahaan sebesar 2.5 persen dari Sisa Hasil Usaha,” katanya.

“Perusahaan yang sudah menyalurkan CSR-nya banyak, tapi ada yang terkoordinir bersama kita ada yang langsung ke masyarakat. Harapan kita nanti bisa bersama biar terarah, agar bisa kita kerjasama sebagai wujud hadirnya pemerintah di tengah masyarakat bersama perusahaan,” sambungnya.

Mulki melanjutkan, di Lotim sendiri, pemerintah telah menghasilkan produk hukum, berupa Peraturan Bupati No. 43 tahun 2019 tentang fasilitasi penyelenggaraan tanggung jawab sosial perusahaan, dengan itu kedepan Ia berharap pihaknya lebih kuat melakukan kontrol kepada perusahaan.

“Harapan kita bisa satu pintu berdasarkan peraturan bupati, agar bisa terdata dengan baik, agar kita punya data Bis agar bisa kita ingatkan, apabila ada perusahaan yang belum menyalurkan CSR-nya, sehingga kepatuhan terhadap undang-undang dan Peraturan Bupati bisa dijaga,” cetusnya.

Dengan adanya dasar hukum berupa Perbup No. 43 2019 itu, dalam waktu dekat Mulki menegaskan akan membentuk tim fasilitasi untuk melakukan kontrol ketat kepada perusahaan agar merealisasikan dana CSR-nya.

“Berdasarkan Perbub Nomor 43 tahun 2019, kita akan membentuk tim fasilitasi dan tentu kita tetap dan akan terus turun,” tegasnya.

Ditanyakan terkait apakah ada perusahan yang mengalokasikan CSR-nya kepada masyarakat di 15 kecamatan yang terdampak kekeringan, Mulki menjawab singkat.

“Ada, bentuknya seperti penyaluran air bersih” jawabnya.

Atas keadaan hari ini, di mana banyak perusahaan yang belum berkoordinasi dengan pihaknya dalam menyalurkan CSR, Mulki berharap ke depan semua perusahaan tertib dan berkoordinasi dengan Bidang HI.

“Memang kita tidak bisa pungkiri sebenarnya sasaran mereka adalah masyarkat sekitar, kita dukung itu, namun kiranya ada laporan dan bisa kita lebih terarah ke depan,” harapnya. (Cr-Pin)