Cegah AKI dan AKB, Puskesmas Jerowaru Tingkatkan P4K

Mengingat pentingnya persalinan normal bagi kesehatan ibu dan anak, Puskesmas Jerowaru terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan asuhan persalinan normal.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Salah satu bagian dari pelayanan dan pemeliharan kesehatan ibu dan anak adalah pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan persalinan yang sehat untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Puskesmas (Kapus) Jerowaru, Syamsul Bahri Yusuf melalui Ketua Bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Mardiana di Puskesmas Jerowaru, Selasa (03/12/2019).

“Untuk itu diperlukan pemeliharaan dan pelayanan kesehatan secara optimal, baik fisik maupun mental ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas,” ujar Bidan Mardiana.

Ditegaskannya, pihak Puskesmas Jerowaru terus meningkatkan kualitas Program Perencanaan  Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), meningkatkan kerjasama lintas sektor perdesa, Kadus, Kader Posyandu, dan Kepala Desa, akan kumpul bersama membahas stategi yang akan dilakukan, sebab menerutnya setiap orang itu berbeda-beda karakternya.

Lebih jauh Mardina menambahkan, pihaknya akan terus melakukan maping kasus bagi Ibu Hamil (Bumil) yang berisiko tinggi, mengadakan kelas ibu yang akan dilakuakan secara terpadu  dari gizi HS, laboratorium.

Nantinya, saat pelaksanaan kelas Ibu bagi Bumil yang bersisiko tinggi akan didampingi oleh suaminya, atau bisa juga mertua, orangtua atau siapa yang lebih dominan mengambil keputusan dikeluarga itu.

“Itu dimaksudkan supaya suami atau pihak keluarga terdekat dari Bumil memahami tiap persoalan yang muncul sehingga dapat mengambil keputusan secara tepat dan cepat,” jelas Bidan Cantik itu.

Diceritakannya, beberapa waktu lalu pernah terjadi kasus kematian 3 orang ibu saat melahirkan di kecamatan Jerowaru itu.

Salah satu penyebab kematianya karena kurang tanggapnya keluarga, padahal jauh-jauh hari dari pihak Puskesmas sudah melalukan P4K tetapi tidak dikasih izin sama mertuanya dan lebih memilih untuk di bawa ke dukun bersalin.

“Kedepannya  kami akan memberikan pemahaman, saat kelas ibu itu yang akan di lakukan selama 3 hari dengan harapan mereka bisa lebih mengerti tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dari proses melahirkan sampai persalinan,” ulas Mardiana.

Lebih jauh Mardiana menanadaskan, sealin kelas Bumil  tahun 2020, Puskesmas Jerowaru  akan mendata calon pengantin bekerjasama denggan KUA sebagai bahan evalusi meningkatkan P4K, maping kasus.

Kelas Ibu dan Balita
Kelas Ibu dan Balita, salas satu program
mengurangi risiko AKI dan AKB di Puskesmas Jerowaru

Setelah itu hasil evaluasi akan paparkan di masing-masing Desa, kira-kira strategi apa yang cocok diterapkan ditiap desa untuk mengantisipasi kematian ibu dan bayi.

Puskesmas Jerowaru juga akan melakukan donor darah kepada ibu hamil yang beresiko tinggi, kalau kandunganya sudah berumur 7 bulan dan akan diambikan darah dari kelurga terdekatnya, sehingga pas 7 bulan itu darahnya sudah ada di PMI.

Selain itu, pada awal tahun 2020 akan diluncurkan kegitan “Kawan Sehati” yang bertujuan untuk mendampingi setiap Bumil didampingi satu Kader, karena maternal atau keibuan komplikasinya banyak terutama anemi yang melebihi dari 5% dan sosialisasinya sudah dimulai dari tahun ini.

“Kami juga tetap turun melakukan penyuluhan, dari petugas ke sekolah,remaja dan Bumil, membrikan vitamin dan tablet tambah darah pemeriksan HB pada remaja putri, penyuluhan di lakukan tiap bulan,” tutup Mardiana Cantik.

Dia berharap, tiap Desa melengkapi fasilitas Posyandu di tiap Dusun dari 20% dana desa untuk keshatan, sehingga lebih memudahkan pihak Puskesmas melakukan tugasnya secara optimal. (CR-Awenk/Adv)

BERITA TERKAIT