Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong perihatin terhadap nasib para pelajar dan mahasiswa yang menuntut ilmu di Kabupaten Lombok Timur, tidak bisa mudik akibat wabah covid-19 yang belum juga mereda.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Dengan adanya pandemi corona yang mengharuskan masyarakat berdiam diri dirumah dan membatasi aktivitas untuk mencegah penularan covid 19 demi keselamatan bersama pun dirasakan oleh pelajar dan mahasiwa yang menempuh pendidikan di Kabupaten Lombok Timur.
Ketua Umum HMI Cabang Selong Ahwal Usri Yusro menuturkan, ada puluhan bahkan ratusan mahasiswa yang berasal dari luar daerah seperti Sumbawa, Bima, Dompu bahkan mahasiswa yang berasal dari NTT yang masih bertahan di kos masing-masing.
“Mereka tidak bisa kembali ke kampung halaman dengan alasan yang pertama adalah tidak adanya akses transfortasi atau penyebrangan ke luar pulau Lombok, kemudian juga kekehawatiran dari pihak keluarga jangan sampai anak-anak mereka yang kembali ke rumah justru akan membawa masalah baru yaitu membawa virus corona atau covid 19,” Tutur Ahwal
Ahawal juga menambahakan, dengan sangat terpaksa teman-teman yang berada di Lombok Timur hususnya pelajar dan mahasiswa suka tidak suka akan melaksanakan idul fitri di kos masing-masing dan tidak bisa pulang kampung.
“Dari itu melalui tulisan ini saya kami HMI Cabang Selong mengharapkan perhatian pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur minimal mereka di beri santunan untuk bertahan selama pandemi ini berlangsung,” Tambah Ahwal.
Lebih jauh Ketua Umum HMI Cabang Selong ini mengungkapkan, pihaknya punya data para penuntut ilmu yang tidak bisa pulang kampung dan terpaksa bertahan di kos masing-masing. jika pemerintah Daerah serius ingin memberikan perhatian OKP Hijau Hitam ini siap membatu sebisa mungkin. (Cr-Wenk).

