oleh

Bermodalkan Tekat dan Kegigihan, Anak KPM PKH Asal Rarang Lulus Tes IPDN

banner 300500

Salah Seorang anak dari Kelurga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) asal Dusun Rutus, Desa Rarang, Kecamatan Terara berhasil lulus Tes Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang bertujuan mempersiapkan kader pemerintahan, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat.

LOMBOK TIMUR,Corongrakyat.co.id –Terlahir dari kelurga sederhana yang menggantukankan kebutahan sehari-hari nya dari kerja serabutan orang tuanya dan termasuk salah satu KPM PKH, bukan menjadi halangan bagi Novian Gilang Ramadhan Putra Pratama (17), putra dari pasangan suami istri Inak Bekti Kurnia Dewi dan Amak Eka salah satu KPM PKH kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB untuk masuk dan lulus tes IPDN tahun 2021.

Selain mengharumkan program PKH, Gilang juga berhasil mematahkan stigma negatif bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bisa meraih prestasi dan menggapai cita-cita.

Diketahui Gilang Lulus IPDN dengan Nilai tertinggi hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Se- Nusa Tenggara Barat dengan skor 470, tercatat sebagai peringkat ke -20 secara Nasional. Adapun Rangking akumulatif dari seluruh tahapan gilang berada pada peringkat ke -4 se-NTB.

Ditemui Wartawan Corongrakyat di rumahnya, Gilang membeberkan motiasinya dalam mengikuti tes IPDN tersebut meskipun terlahir dari lingkungan keluarga yang tidak berkecukupan secara ekonomi.,” Motivasi saya ikut tes IPDN ini untuk mengubah nasib keluarga. Membahagiakan kelurga, karena saya ingin sekali melihat ayah saya tidak bekerja sampai ke luar daerah , merantau kesana kesini mencari napkah. Saya ingin sekali melihat orangtua saya menghabiskan masa tuanya bersama kelurga biar saya yang menggantikannya untuk mencari bekal memenuhi kebutuhan sehari-hari,” Ujarnya. 05/09.2021.

Remaja lulusan SMA 1 Terara tahun 2021 itu juga mengungkapkan, Dirinya memberanikan mengikuti tes IPDN karena pendididkan IPDN itu gratis sehingga tidak menjadi beban bagi keluarganya.

“Saya belajar dan berusaha untuk mengikuti tes ini, mempersiapkan semunya dari apa yang saya miliki, bermodalkan hp yang diberikan bapak saya meskipun itu hasil kredit dari bosnya. Itulah yang saya manfaat dengan sebaik-baiknya belajar melalui internet untuk mempersiapkan tes tersebut,”Imbuh Gilang sembari menahan air matanya.

Gilang mengakui, sebelum dirinya akan mengikuti tes, Dirinya sangat ingin sekali mengikuti bimbingan belajar, tapi karena keterbatasan ekonomi untuk mengikuti bimbel tersebut sehingga Ia berinisiatif belajar secara autodidak di rumah.

“Karena saya anak perama dan laki-laki dan juga kita tidak tau umur orangtua sampai mana, adik saya masih kecil dan ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Jadi segala kebutuhan hidup kami bergantung kepada bapak dan bantuan-bantuan dari pemerintah seperti program PKH dan lainnya. kalau saya tidak ada perubahan dan masih begini-begiini saja maka, saya tidak tau bagaimana nasib kelurga, ibu saya dan pendidikan adik saya. Itulah yang selalu saya ingat dan jadikan motivasi untuk tetap semnagat,” Kata Gilang.

Menurut Gilang modal dasar yang selalu Ia hidupkan dalam dirinya dalam menuntut ilmu dan mengikuti tes, haruslah mempunyai tekat, niat , tujuan dan cita -cita, karena tekat inilah yang terus menggerakkan dirinya untuk tetap semangat dalam belajar ataupun memngikuti proses yang lainnya.

“Selain tekat perlu ada usaha, dan berdoa kepada Tuhan agar dikuatkan dan dilancarakan setiap langkah,”Katanya.

Inak Bekti, ibu dari Gilang sangat merasa bahagia terharu dan seneng punya anak yang bisa membahgaiakan kedua orang tuanya. “Gilang ini anak pertama kami dari dua bersaudara. Saya selalu memberiakan semangat agar Gilang tetap tekun belajar, sabar dan berdoa agar segala urusannya bisa dipermudah oleh Allah swt,” Kata Ina Bekti haru.

Inak Bekti juga mengucapkan terimaksih kepada pemerintah karena melalui program PKH yang Ia dapatkan dari tahun 20218, sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari kelurganya karena suaminya kerja serabutan sehingga kalau tidak ada bantua PKH ini mungkin kebutuhan kelurganya sehari-sahari tidak tercukupi.

“Harpan saya kepada Gilang walaupun sudah lulus IPDN dan mudah-mudahan dia menjadi orang yang berhasil. Dia tidak sombong kepada orang lain, bisa membantu orang-orang yang membutuhakan dan tetap ingat darimana dia berasal,”Harapnya.

Sementara itu Korkab PKH Lombok Timur melalui Korcam pendamping PKH Kecamata Terara Suhaili Munahar mewakili keluraga besar pendamping PKH kecamatan Tetarara mengucapkan selamat atas lulusnya Gilang seleksi di Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN).

“Kami secara pribadi ataupan kelembagaan sanagat berbangga hati melihat potensi anak kami ini termasuk anak KPM PKH berprestasi dan yang paling membanggakan adalah dari bantuan PKH yang didapatakan bisa disisihkan untuk kebutuhan sekolah Gilang ketika masih ada di SMA kemarin. Untuk bantuan PKH komponen SMA, dia mendaptakan 500 ribu per tiga bulan, walauapn nilainnya tidak begitu besar minimal orang uannya bisa terbantu dengan uang yang didapatakan,”Kata Suhaili.

Pihaknya berharap kedepan Gilang ini menjadi pioner kebanggaan orang tua dan semua orang bisa termotipasi karena dengan situasi keterbatasan ternyata tidak menyurutkan semangat untuk belajar, tekun mengikuti proses yang dilalui sehingga mendapatkan hasil yang sangat membanggakan.

“Insyaallah kami dari penmaping PKH akan terus mensupotr apa yang perlu dibantu, kami akan bantu selama proses pendidikannya di IPDN,” Imbuhnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh KPM PKH agar tidak berkecil hati, putus semanagat . Menurut Suhaili, jangan karena keadaaan membuat kita tidak mampu berbuat apa-apa. Keberhasilan Gilang ini harus bisa dijadikan motivasi dan semangat bahwa keterbatasan yang dimiliki, Allah mempunya rencana lebih baik .

” Mari berikan motivasi kepada anak-anak kita agar bisa tetap semnagat sepeti gialang ini. tentu di bidangnya masing-masing karena tujuan dari program ini adalah untuk mencerdaskan anak dan memutus rantai putus sekolah dan kami berhatrap mudhan-mudah bantuan dari pemerintah yang tidak terlalu besar nilai nya ini bisa bermanfaat bagi pendidikanak sekolah, minimal sampai dengan lulus SMA dan melanjutkan cita-cita nya di perguruan tinggi dan janjang-jenjang pendidkan yang lainnya,” Tutupnya. (CR-Wenk).