Balai POM NTB Berikan Edukasi Tentang Obat Dan Makanan

bpom
Foto Bersama Peserta Sosialisasi Obat & Makanan

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Balai Besar Pengawasan  Obat dan Makanan (POM) Mataram memberikan edukasi kepada masyarakat dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang produk obat dan makanan yang berkualitas baik serta memenuhi persyaratan mutu dan manfaat. Acara penyuluhan dan sosialisasi obat dan makanan yang dilakukan di aula serbaguna MTs Negeri Model Selong, Lombok Timur, Minggu (14/08) tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Komisi Sembilan wakil NTB, Dra. Hj. Ermalina, MHS. Bupati Lombok Timur yang diwakili oleh Asisten 1 Khairil Anwar beserta para pejabat SKPD dan tamu undangan lainya.

Drs. I Gde Nyoman Suandi, APT., MM selaku Kepala Balai Besar POM mataram menyampaikan,  bahwa pada saat ini obat-obatan dan makanan berkembang sangat pesat, baik dalam jumlah maupun jenisnya sangat mudah diperoleh di kota maupun desa – desa yang disalurkan lewat kios, toko obat dan lain sebagainya sehingga keamanan mutu dan kemamfaatan merupakan syarat penting yang harus diperhatikan sebelum dikonsumsi oleh masyarakat.

“Mengingat hal tersebut, pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang produk obat dan makanan yang berkualitas karena hal ini tentunya akan berdampak  terhadap kesehatan,” ungkap  Drs. I Gde Nyoman Suandi, APT., MM ketika memberikan sambutan.

Ditambahkannya lagi, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengkomunikasikan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya membaca informasi pada label dan kemasan obat dan makanan yang akan dikonsumsi serta cara melindungi diri dari peredaran  obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur yang diwakili oleh Asisten 1, Khairul Anwar mengungkapkan, bahwa saat ini animo masyarakat untuk menggunakan obat herbal sangat meningkat karena anggapan masyarakat bahwa obat herbal aman dikonsumsi dan tidak memiliki efek samping, namun yang harus diwaspadai adalah masih ada beredar obat teradisional yang di campur obat kimia tanpa takaran dosis yang tidak sesuai.

“Melihat kenyataan ini, pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk  meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang produk obat dan makanan yang berkualitas baik serta  memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan manfaat karena hal ini tentunya akan berdampak kepada kesehatan,” ungkapnya

Di tambahkanya lagi, bahwa saat ini masyarakat masih belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk membentengi diri dalam penggunaan obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan. Oleh karna itu perlu dilakukan sosialisasi dan penyuluhan secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk memilih obat dan makanan yang aman dan bermanfaat.

Sementara itu DPR RI Komisi Sembilan wakil NTB, Dra. Hj. Ermalina, MHS. mengungkapkan bahwa betapa pentingnya mengikuti kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tersebut dikarenakan dapat meningkatkan peran serta pemangku kepentingan dalam pelayanan keformasian untuk berkomitmen menyediakan obat dan makanan yang memenuhi syarat.

Ia berharap, melalui kegiatan ini masyarakat akan lebih memahami dan mengerti serta hati- hati dalam memilih dan mengkonsumsi obat dan makanan, dia pun berharap agar para peserta mengikuti penyuluhan dan sosialisasi tersebut dengan serius. (cr-met)