Ramainya pengunjung yang ingin menyaksikan jembatan yang ambruk yang merenggut sedikitnya enam orang tersebut, justru menjadi berkah tersendiri bagi beberapa orang yang menjadi juru parker, mereka yang semula memandikan mobil sebagai pekerjaan sehari hari, tetapi dikarenakan padatnya pengunjung dan memarkir kendaraan mereka di tempat mereka bekerja, maka menjadi berkah tersendiri bagi juru parker dadakan ini..

Lombok Timur, CR- Pasca ambruknya jembatan yang akan menghubungkan antara Kampung Muhajirin Kelurahan Pancor Kecamatan Selong dengan Kelurahan Sekrteja Kecamatan Sukamulia yang terjadi pada hari Selasa (14/06/2016) yang lalu dan menewaskan lima orang pekerja bersama lima orang luka berat dan ringan, banyak masyarakat yang mengunjungi tempat tersebut hingga saat ini.
Menurut pantauan Corong Rakyat terlihat puluhan orang silih berganti mendatangi jembatan maut tersebut, dari pagi hingga malam bagaikan tempat wisata baru yang indah untuk dikunjungi, sehingga menurut salah satu juru parkir di tempat lokasi memperkirakan hingga lima ratusan orang berkunjung ke tempat kejadian tersebut setiap harinya.
Najemuddin salah seorang warga Lingkungan Sawing Kelurahan Majidi ketika di jumpai di lokasi mengungkapkan bahwa kedatangannya tersebut untuk melihat kondisi saat ini jembatan yang telah menghilangkan nyawa banyak orang tersebut.
“Saya hanya melihat kondisi terkini jembatan ambruk yang menjadi perbincangan masyarakat bahkan masuk di media baik lokal hingga nasional tersebut, sembari menunggu datangnya adzan maghrib,” ungkapnya pada hari kamis (16/06/2016)
Ramainya para pengunjung untuk melihat jembatan ambruk itupun di mamfaatkan oleh juru parkir untuk mencari rezki, dimana menurut salah satu juru parkir yang enggan di sebutkan namanya tersebut menuturkan bahwa setiap hari dia bisa mengumpulkan uang hingga lima ratus ribu dari hasil parkir kendaraan pengunjung.
“Kita kadang dapat lima ratus ribu dan itu kita bagi sama- sama sedikit dengan temen- temen yang berjumlah sepuluh orang, kita sebenarnya memandikan mobil tapi lahan tempat kita memandikan itu di tempati kendaraan pengunjung makaya kita buka parker,” ungkapnya ketika berbincang- bincang dengan wartawan Corong Rakyat.(Met)

