ALPAKA dukung Bupati lotim manfaatkan lahan tidur pemda di Sembalun untuk PAD

Lotim|| Aliansi Pemuda Konsumen Aman (ALPAKA) Sembalun mendukung langkah bupati lotim untuk memanfaatkan aset pemda yang dianggap tidur. Langkah Bupati lotim dinilai sejalan dengan visinya yang mengangkat Visi Smart. “Ini langkah smart bupati untuk mengambil langkah memanfaatkan lahan pemda yang selama ini belim dimaksimalkan untuk peningkatan PAD daerah”, ujar koordinator ALPAKA Sembalun, Ahdiat.

Menurutnya pemanfaatan aset pemda untuk pembangunan retail di Desa Timba Gading Sembalun adalah langkah strategis bupati untuk meningkatkan nilai aset pemda agar berkontribusi untuk peningkatan PAD daerah. Kami mendukung langkah strategis bupati manfaatkan aset untuk penambahan PAD, daripada tidur tidak ada manfaatnya, tandasnya.

 

Narasi penolakan yang dibangun saat ini lebih karena alasan subyektif segelintir orang aja. Karena ada kepentingan kepentingan segelintir orang yang juga ingin memanfaatkan lahan tersebut namun kurang memberikan dampak ekonomi bagi daerah dan masyarakat. Adapun alasan mematikan usaha kecil tidak terbukti di sembalun, malah hadirnya retail di kawasan sembalun lebih banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, parwisata dan tumbuhnya UMKM baru disekitar, ungkapnya.

Coba perhatikan didepan retail modern di sembalun yang sudah ada itu banyak pedagang pedagang kecil berjualan, dan disekitar mulai tumbuh usaha usaha baru karena lokasi menjadi lebih terang dan hidup. Selain itu hadirnya retail modern menambah peluang pekerjaan baru untuk tenaga tenaga lokal untuk pemuda pemuda di sembalun. 1 toko bisa sampai puluhan orang bekerja disana, dengan gaji diatas UMR.

Kehadiran retail juga membantu masyarakat untuk mengakses barang barang yang kualitasnya jelas dan aman. Tidak semua toko kelontong mampu menghadirkan barang kebutuhan masyarakat, kehadiran retail membantu konsumen untuk mendapatkan akses barang yang baik dan terjaga mutunya, khususnya barang barang yang tidak ada di toko kelontong. Kalau mau beli sayur atau kebetuhan yang kecil kecil masyarakat sudah paham harus kemana, gak mungkin ke retail karena harganya mahal, lebih murah beli di kios. Atau seperti kami yang biasa beli rokok batangan gak mungkin belanja di retail, karena yang hanya bisa beli rokok batangan ya di kios, jadi narasi mematikan sungguh menyesatkan, keluhnya.

Ya seharusnya kita dorong sekarnag bagaimana Pemda membuat regulasi khususs agar semua retail menyediakan rak khusus untuk produk produk lokal di lombok timurnya khususnya di sembalun agar bisa masuk disana, seperti yang dilakukan Pemda Lombok Barat”, tutupnya tegas.,|| Yazid