ALPA Lombok Timur Laporkan Dugaan Kelalaian Penanganan Pasien Meninggal Pasca Operasi Sesar, Perbedaan Waktu Rujukan Jadi Sorotan

Lombok Timur—Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) Lombok Timur secara resmi melaporkan dugaan kelalaian dalam penanganan medis terkait meninggalnya seorang ibu pasca menjalani operasi sesar kepada Polres Lombok Timur,30/06.

Laporan tersebut disampaikan sebagai bentuk dorongan agar dugaan tersebut dapat diusut secara hukum dan objektif.

Ketua ALPA Lombok Timur menyampaikan bahwa laporan ini berangkat dari adanya sejumlah dugaan kejanggalan dalam proses pelayanan medis yang diterima korban. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah adanya dugaan perbedaan informasi mengenai waktu rujukan pasien yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Menurut ALPA, dugaan tersebut harus diuji melalui proses penyelidikan dengan mengacu pada alat bukti, keterangan para saksi, rekam medis, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Laporan ini bukan untuk menghakimi tenaga kesehatan maupun institusi pelayanan kesehatan. Kami menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat penegak hukum. Namun, setiap dugaan kelalaian yang berpotensi mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang harus ditangani secara serius, profesional, dan transparan,” ujar perwakilan ALPA Lombok Timur.

ALPA mendesak Polres Lombok Timur agar menangani laporan tersebut secara objektif, independen, dan akuntabel sehingga seluruh fakta dapat terungkap dengan terang. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban.

Selain itu, ALPA berharap proses hukum yang berjalan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar kualitas layanan kepada masyarakat terus ditingkatkan dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Hingga rilis ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun tenaga medis yang menangani pasien terkait laporan yang disampaikan ALPA Lombok Timur. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan masih menunggu proses klarifikasi dan pembuktian melalui mekanisme hukum yang berlaku.

ALPA Lombok Timur menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan perkara tersebut sesuai koridor hukum serta menghormati setiap proses yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.(Rie CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *